Sampaikan Kultum di Masjid At-Tanwir, Kapolri Ajak Muhammadiyah Berantas Narkoba Demi Indonesia Emas 2045

Sampaikan Kultum di Masjid At-Tanwir, Kapolri Ajak Muhammadiyah Berantas Narkoba Demi Indonesia Emas 2045
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto saat memberikan kuliah tujuh menit (kultum) usai menunaikan salat Zuhur berjemaah di Masjid At-Tanwir, Kompleks Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/10). Foto: muhammadiyah.or.id.

TVMU.TV - Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengajak seluruh elemen masyarakat dan warga Persyarikatan Muhammadiyah untuk memperkuat sinergi dalam memberantas peredaran narkotika, merawat persatuan, serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Himbauan dan pesan kebangsaan tersebut disampaikan Kapolri saat memberikan kuliah tujuh menit (kultum) usai menunaikan salat Zuhur berjemaah di Masjid At-Tanwir, Kompleks Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu, 28 Oktober 2026.

Di hadapan para jemaah dan pimpinan Muhammadiyah, Suyudi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan historis dan kemitraan erat yang terjalin antara kepolisian dengan para ulama serta warga Muhammadiyah dari tingkat Mabes Polri hingga Polsek di seluruh Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas dukungan merajut kamtibmas selama ini. Mari kita lanjutkan,” ujar Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto di Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2026.

Selain menyoroti ancaman kejahatan konvensional, Kapolri mewanti-wanti bahaya provokasi, disinformasi, serta ajakan kebencian di media sosial yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa.

“Dulu istilahnya mulutmu harimaumu. Sekarang jarimu juga bisa menjadi harimaumu,” tuturnya mengingatkan jemaah agar lebih bijak dan menyaring informasi sebelum membagikannya di ruang digital.

Lebih lanjut, Jenderal Suyudi menekankan bahwa penyalahgunaan narkoba, obat-obatan terlarang, dan minuman keras merupakan akar pemicu berbagai tindakan kriminalitas, mulai dari kejahatan jalanan, aksi geng motor, hingga tawuran. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat bersikap proaktif melaporkan indikasi peredaran gelap narkoba serta menegaskan komitmen penindakan tegas tanpa pandang bulu, termasuk jika ada oknum aparat yang terlibat.

“Kalau ada informasi-informasi yang tadi saya sampaikan, jangan pernah kecil hati, jangan pernah ragu, laporkan, adukan,” tegas Suyudi.

Mantan Kapolda Metro Jaya ini menutup kultumnya dengan mengaitkan keberhasilan perang melawan narkoba dan kejahatan sosial sebagai syarat mutlak menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

“Kalau kita bisa memberantas bersama-sama tanpa pandang bulu, yakinlah 2045 Indonesia Emas akan terwujud. Tapi kalau sebaliknya kita tidak bersatu padu, maka 2045 Indonesia akan cemas. Kita memilih mana, mau Emas atau Cemas?” pungkas Suyudi.

Melalui momentum ini, Polri bersama Muhammadiyah berkomitmen terus mengelorakan semangat amar makruf nahi mungkar dalam membentengi generasi muda serta menciptakan iklim kehidupan sosial yang berakhlak dan aman.