Semangat Kartini di PLN UID Jakarta Raya, Pegawai Berkebaya Layani Pelanggan
TVMU.TV - Dalam rangka memperingati Hari Kartini, pegawai perempuan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya tampil mengenakan kebaya saat melayani pelanggan di berbagai unit layanan, Senin (21/4). Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan Raden Ajeng Kartini sekaligus penegasan peran perempuan dalam pelayanan publik.
Tidak hanya pegawai perempuan, jajaran pimpinan PLN UID Jakarta Raya juga turut serta mengenakan pakaian adat dan terjun langsung melayani pelanggan. Salah satunya Senior Manager Perencanaan PLN UID Jakarta Raya, Diah Puspita, yang hadir di loket pelayanan.
“Aksi ini menjadi simbol nyata komitmen PLN dalam menghadirkan layanan terbaik sekaligus menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam mendukung operasional perusahaan,” kata Diah.
General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, juga terlihat melayani pelanggan secara langsung dengan mengenakan pakaian adat. Kehadiran pimpinan di garis depan ini mencerminkan budaya pelayanan yang responsif, inklusif, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.
“Semangat Kartini menginspirasi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik dengan penuh empati dan profesionalisme. Melalui momen ini, kami ingin menunjukkan bahwa seluruh insan PLN, baik perempuan maupun laki-laki, siap berada di garis depan dalam melayani masyarakat,” ujar Andy.
PLN UID Jakarta Raya menegaskan komitmennya dalam mendorong kesetaraan dan pemberdayaan perempuan di lingkungan kerja. Perusahaan terus membuka ruang kontribusi yang setara bagi seluruh pegawai dalam mendukung operasional dan pelayanan publik.
“Semangat Kartini diharapkan dapat menjadi energi positif bagi seluruh pegawai untuk terus berkontribusi dalam menghadirkan listrik yang andal serta pelayanan prima bagi pelanggan,” tambahnya.
Melalui momentum ini, PLN tidak hanya memperingati nilai historis perjuangan Kartini, tetapi juga memperkuat budaya kerja yang inklusif serta pelayanan yang humanis di tengah masyarakat.