PLN Resmikan Akademi Batik Tuli’s, Dorong Kemandirian Difabel dan Ekonomi Kreatif Inklusif

PLN Resmikan Akademi Batik Tuli’s, Dorong Kemandirian Difabel dan Ekonomi Kreatif Inklusif
Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya, Haris Andika, menyampaikan apresiasi kepada pendiri Rumah Batik Palbatu, Budi Dwi Hariyanto, atas kontribusinya dalam melestarikan budaya sekaligus memberdayakan teman difabel. Foto: PLN UID Jakarta Raya.

TVMU.TV - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya meresmikan Akademi Batik Tuli’s di Rumah Batik Palbatu, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (16/4/2026). Program ini menjadi langkah strategis dalam mendorong pemberdayaan masyarakat inklusif sekaligus memperkuat ekonomi kreatif berbasis UMKM.

Peresmian tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN yang berfokus pada penguatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya bagi penyandang disabilitas.

General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif saat ini.

“Melalui Akademi Batik Tuli’s, kami ingin memberikan bekal keterampilan (skill) yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif saat ini. Target kami adalah agar para peserta tidak hanya mahir membatik, tetapi juga memahami estetika desain busana hingga akhirnya mendapatkan sertifikasi kompetensi skema batik cap yang diakui secara nasional,” ujarnya.

Sebanyak 30 peserta difabel, khususnya tuna rungu wicara, menjadi sasaran utama program ini. Mereka akan mendapatkan pelatihan membatik teknik cap hingga pengembangan produk turunan, guna meningkatkan kemandirian ekonomi.

Program ini merupakan kelanjutan dari kemitraan antara PLN UID Jakarta Raya dan Rumah Batik Palbatu yang telah terjalin sejak 2025. Pada tahap awal, PLN memberikan dukungan infrastruktur berupa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta teknologi mesin laser cutting CNC untuk mendukung inovasi produksi batik yang ramah lingkungan.

Memasuki 2026, fokus program beralih pada penguatan kompetensi peserta melalui pelatihan terstruktur, pendampingan, hingga sertifikasi.

Pendiri Rumah Batik Palbatu, Budi Dwi Hariyanto, mengatakan bahwa Akademi Batik Tuli’s tidak hanya menjadi ruang pelatihan, tetapi juga wadah pemberdayaan bagi penyandang disabilitas untuk berkarya dan bersaing di dunia kerja.

“Nama ‘Tuli’s’ adalah representasi semangat teman-teman tuna rungu yang mampu ‘menuliskan’ karya melalui batik. Dengan pendampingan Juru Bahasa Isyarat (JBI) dan psikolog, kami yakin para lulusan akademi ini akan memiliki nilai tawar yang tinggi di dunia kerja,” ungkapnya.

Menurutnya, dukungan PLN turut memperkuat posisi Rumah Batik Palbatu sebagai pelaku UMKM yang ramah disabilitas dan berdaya saing.

Sejumlah penghargaan nasional juga telah diraih dalam program pembinaan tersebut, antara lain Bina Mitra UMKM Awards 2025 (Gold), Nusantara CSR Awards 2025 (Platinum), serta Derap Kerjasama Awards 2025.

Sementara itu, Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya, Haris Andika, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif.

“Dukungan PLN dalam mewujudkan Akademi Batik Tuli’s ini merupakan wujud komitmen PLN UID Jakarta Raya dalam melestarikan budaya dan menciptakan ekonomi kerakyatan yang inklusif. Kami menyadari bahwa untuk dapat memberikan kesetaraan kesempatan kepada teman difabel, kita perlu menciptakan lingkungan yang suportif dan inklusif untuk teman difabel berdaya. Untuk itulah, Akademi Batik Tuli’s ini hadir,” ujarnya.

Melalui program ini, PLN bersama Rumah Batik Palbatu berharap dapat memperluas dampak sosial, membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan menjadi penghalang untuk berkarya, serta memperkuat pelestarian batik sebagai warisan budaya bangsa.