Syafiq Mughni dan Dubes RI Yuyu Sutisna Bahas Penguatan Kerja Sama Pendidikan Muhammadiyah–Maroko

Syafiq Mughni dan Dubes RI Yuyu Sutisna Bahas Penguatan Kerja Sama Pendidikan Muhammadiyah–Maroko
Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq Mughni, menerima kunjungan Dubes RI, Yuyu Sutisna di Kantor PP Muhammadiyah Jakarta, Senin (11/11).

TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Syafiq Mughni, menerima kunjungan Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Maroko dan Republik Islam Mauritania, Yuyu Sutisna, di Kantor PP Muhammadiyah Jakarta, Senin (11/11).

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam mempererat kerja sama pendidikan antara Muhammadiyah dan pemerintah Indonesia di kawasan Afrika Utara.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas upaya penguatan kolaborasi di bidang pendidikan serta peningkatan pengiriman mahasiswa Muhammadiyah ke Maroko.

Dubes Yuyu mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 370 mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di 10 kota di Maroko.

Syafiq menyambut positif inisiatif tersebut dan menegaskan komitmen Muhammadiyah untuk terus memperluas jejaring pendidikan internasional.

“Kerjasama di bidang pendidikan melalui beasiswa bagi kader Muhammadiyah tentunya akan ditingkatkan. Ditambah, pemerintah juga melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menyediakan beasiswa penuh di dalam dan luar negeri bagi Warga Negara Indonesia (WNI) berprestasi. Maka harapannya, penerima beasiswa setelah lulus bisa kembali ke Indonesia dan mengaplikasikan ilmu mereka untuk kemajuan bangsa,” jelas Syafiq.

Menanggapi hal tersebut, Dubes Yuyu menyampaikan bahwa peluang belajar di Maroko sangat terbuka lebar dan perlu dimaksimalkan oleh mahasiswa Indonesia, termasuk dari Muhammadiyah.

Selain itu, ia juga mengundang Muhammadiyah untuk berpartisipasi dalam agenda Durus Hassania, sebuah forum kajian keislaman tingkat tinggi yang rutin diselenggarakan oleh Kerajaan Maroko menjelang Ramadan.

Pertemuan antara PP Muhammadiyah dan Dubes RI untuk Maroko ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat diplomasi pendidikan dan keagamaan internasional.

Selain membuka jalan bagi kader muda Muhammadiyah untuk memperluas wawasan global, kerja sama ini juga mempertegas peran Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan yang aktif membangun peradaban melalui jalur pendidikan.