Milad ke-24, Lazismu Perkuat Integrasi Nasional untuk Tingkatkan Dampak Pemberdayaan Umat
TVMU.TV - Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) memperingati hari jadinya yang ke-24 pada Sabtu (4/7/2026). Mengusung tema “Integrasi Menguatkan Dampak”, Lazismu menegaskan komitmennya memperkuat sinergi kelembagaan guna meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZISKA) untuk pemberdayaan masyarakat.
Sejak berdiri pada 4 Juli 2002, Lazismu terus mengembangkan sistem pengelolaan filantropi Islam yang profesional, transparan, dan akuntabel. Memasuki usia 24 tahun atau tiga windu, organisasi ini menempatkan integrasi kelembagaan sebagai strategi utama untuk memperluas manfaat bagi umat.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujaddid Rais, mengatakan integrasi merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai tauhid yang menjadi landasan gerakan Lazismu.
“Integrasi adalah sunnatullah. Terinspirasi dari tauhid yang menjadi pondasi kesatuan ketuhanan, kesatuan penciptaan, kesatuan kemanusiaan. Integrasi menautkan setiap hierarki kelembagaan Lazismu di bawah satu kesatuan sistem,” ungkap sosok yang akrab disapa Pak Rais.
Menurutnya, penguatan sistem akan membuat seluruh proses pengelolaan dana ZISKA berjalan lebih efektif. Seluruh jaringan Lazismu, mulai tingkat pusat, wilayah, hingga daerah, diarahkan bekerja dalam satu sistem, satu gerak, dan satu tujuan.
Melalui skema tersebut, proses penghimpunan, pengelolaan, pendistribusian, hingga pelaporan dana ZISKA dilakukan secara terintegrasi. Sinergi juga diperluas melalui kolaborasi dengan berbagai mitra internal Muhammadiyah maupun lembaga eksternal, seperti Kementerian Agama, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan organisasi nonpemerintah (NGO).
“Integrasi data dan teknologi akan mempercepat pengambilan keputusan, memudahkan pelaporan, serta meningkatkan akuntabilitas dan kepercayaan publik. Muaranya, bagaimana seluruh integrasi proses ini memberikan kebermanfaatan dan menguatkan dampak yang luas bagi upaya pemberdayaan umat dan kemanusiaan—khususnya pengentasan mustahik menjadi muzakki—serta pembelaan terhadap kaum mustadh’afin yang menanti kiprah Lazismu lebih luas lagi di usianya yang ke-24 ini,” tegas Pak Rais.
Sementara itu, Direktur Utama Lazismu, Barry Adhitya, menyampaikan bahwa penguatan integrasi merupakan amanat Rencana Strategis (Renstra) Lazismu 2025–2030 yang berorientasi pada pengembangan ekosistem filantropi Islam yang modern dan berkelanjutan.
“Sesuai amanat RENSTRA Lazismu 2025-2030, kami bertekad menghadirkan ekosistem ZISKA yang terintegrasi, berdampak dan berkelanjutan,” ujarnya.
Barry menambahkan, pada usia tiga windu Lazismu akan memfokuskan pengembangan organisasi pada tiga aspek utama, yakni penguatan tata kelola, penyusunan program pemberdayaan yang berdampak jangka panjang, serta peningkatan profesionalisme amil.
“Integrasi pikiran, perencanaan, dan tindakan Lazismu seluruh Indonesia berbasis teknologi akan semakin menguatkan dampak ZISKA bagi masyarakat dan mampu menghadirkan layanan terbaik,” pungkasnya.
Peringatan Milad ke-24 menjadi momentum bagi Lazismu untuk memperkuat transformasi kelembagaan sekaligus mengajak seluruh pemangku kepentingan terus mendukung pengembangan filantropi Islam.
Dengan tata kelola yang semakin terintegrasi, Lazismu berharap mampu memperluas kontribusinya dalam mewujudkan keadilan sosial, meningkatkan kesejahteraan umat, serta mendorong lebih banyak mustahik bertransformasi menjadi muzakki.