Syafiq Mughni Paparkan Langkah Gerakan Internasionalisasi Muhammadiyah

TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Syafiq Mughni mengatakan, pandangan keagamaan yang dimiliki oleh Muhammadiyah harus diinternasionalisasi, karena sangat dibutuhkan oleh dunia Islam.
Menurut dia, Muhammadiyah perlu untuk andil dalam tata dunia baru yang beradab. Namun harus memberikan timbal balik, yaitu peningkatan kualitas pendidikan di dalam negeri.
Hal itu disampaikan Syafiq dalam acara Seminar Pra-Muktamar Muhammadiyah-‘Aisyiyah ke-48 dengan tema “Internasionalisasi Gerakan Muhammadiyah” yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Senin (30/5) kemarin.
Setelah melakukan pertemuan dengan realitas pendidikan dunia internasional, ujar Syafiq, Muhammadiyah harus sadar dan kembali memberikan timbal balik pada pendidikan Muhammadiyah di dalam negeri.
“Yang keempat adalah bagaimana kita meningkatkan pencepatan sumber daya insani dengan peluang yang dimiliki dan tantangan yang dihadapi tentu Muhammadiyah mau tidak mau dengan sendirinya berupaya untuk meningkatkan sumber daya insani itu,” ujarnya.
Guru Besar Sejarah Kebudayaan Islam UIN Sunan Ampel Surabaya ini mengatakan, langkah Internasionalisasi Muhammadiyah sebagai langkah memperluas akses pendidikan bagi kader-kadernya yang potensial.
Syafiq menambahkan, langkah yang ditempuh yaitu dengan mendirikan berbagai lembaga pendidikan dan ekstensifikasi, serta intensifikasi cabang Muhammadiyah di sejumlah negara.
Lalu dengan mengembangkan sister organisasi, atau organisasi yang memiliki kesamaan peran, visi dan misi dengan Muhammadiyah. Selanjutnya dengan akselerasi beasiswa internasional baik dalam bentuk inbound dan outbound.
“Kita juga memiliki bentuk pertukaran guru, dosen, siswa, mahasiswa kita kirim mereka ke sana dan mereka juga percaya belajar ke sini. Kita perkuat program-program visiting scholars dan juga visiting professor,” sambungnya.
Kemudian, Syafiq mengatakan, internasionalisasi Muhammadiyah juga dapat dilakukan melalui kolaborasi penelitian, penerjemahan dan publikasi.
Pria lulusan Universitas California ini juga mengungkapkan, internasionalisasi Muhammadiyah juga melalui penerjemahan karya-karya tentang Muhammadiyah ke bahasa asing.
“Kita jadikan mereka harus belajar dari kita, mereka harus belajar lebih intensif lagi kepada masyarakat Indonesia khususnya Muhammadiyah, dan kita tidak lagi berjalan searah, kita mengimpor pemikiran-pemikiran mereka, tapi kita sudah saatnya mengekspor pemikiran dari kalangan Muhammadiyah”. ucap Syafiq.
Sementara hal terakhir dari internasionalisasi Muhammadiyah yaitu melakukan pelembagaan pusat-pusat studi internasional di Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA). Syafiq menilai pihaknya akan kesulitan memiliki peneliti yang kompeten untuk mengamati kawasan-kawasan bila tidak memiliki pusat studi tentang kawasan tersebut.
Saksikan video streaming acara Seminar Pra Muktamar Muhammadiyah-Aisyiyah ke-48 bertajuk 'Internasionalisasi Gerakan Muhammadiyah' dengan Klik di Sini.
Comments (0)