Tiga Posko dan Sembilan Pos Bantuan Muhammadiyah Sudah Beroperasi di Daerah Bencana

Tiga Posko dan Sembilan Pos Bantuan Muhammadiyah Sudah Beroperasi di Daerah Bencana
Respon Muhammadiyah bencana banjir dan longsor melanda tiga provinsi di di Sumatra Barat (Sumbar), Sumatra Utara (Sumut), dan Aceh. Foto: MDMC.

TVMU.TV - Sepekan pasca bencana banjir dan longsor melanda tiga provinsi, Muhammadiyah melalui lembaga penanggulangan bencananya telah membangun infrastruktur respons yang solid.

Tiga Pos Koordinasi (Poskor) dan sembilan Pos Pelayanan (Posyan) telah berdiri di Sumatra Barat (Sumbar), Sumatra Utara (Sumut), dan Aceh, menjadi pusat komando dan distribusi bantuan bagi korban terdampak.

Poskor utama masing-masing berpusat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sumbar (Padang), Gedung Muhammadiyah Sumut (Medan), dan Kantor PWM Aceh (Banda Aceh).

Sementara Posyan tersebar di sembilan kabupaten/kota terdampak, mulai dari Padang Pariaman, Solok, Agam, hingga Langkat, Medan, Lhokseumawe, dan Padang Lawas.

Hingga tanggal 1 Desember 2025, aksi relawan Muhammadiyah telah memberikan dampak nyata. Di Sumbar, layanan kesehatan telah menjangkau 292 jiwa, dapur umum melayani 1.885 jiwa, dan proses pembersihan rumah warga telah dimulai.

Di Sumut, tercatat 105 jiwa mendapat layanan kesehatan, logistik telah didistribusikan untuk 6.805 jiwa, dan 250 jiwa menerima makanan siap saji.

Sementara di Aceh, bantuan logistik telah menjangkau 3.300 penerima manfaat, dengan dapur umum melayani 1.550 jiwa di Lhokseumawe. Bencana ini tidak hanya mengancam jiwa dan rumah warga, tetapi juga merusak fasilitas pendidikan milik Muhammadiyah.

Laporan sementara menyebutkan 11 Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan di Sumbar dan 22 AUM di Aceh mengalami kerusakan, mulai dari kategori ringan hingga berat. Data kerusakan di Sumut masih dalam proses pendataan.

Pembangunan posko dan posyan ini menjadi tulang punggung respons terkoordinasi Muhammadiyah, memastikan bantuan dan layanan dasar dapat tersalurkan tepat sasaran di tengah situasi darurat yang masih berlangsung.