Uhamka Manfaatkan Lahan 64 Hektare di Jonggol untuk Edupark
Uhamka melakukan pemanfaatan lahan sekitar 64 hektare di Jonggol, Bogor, Jawa Barat, untuk edupark.
TVMU.TV - Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka) melakukan pemanfaatan lahan sekitar 64 hektare di Jonggol, Bogor, Jawa Barat, untuk taman edukasi (edupark).
"Edu park ini nantinya bisa untuk lahan mahasiswa Uhamka belajar dari sisi pendidikan. Edupark juga tidak hanya sebagai konsep hiburan pendidikan, tetapi juga pelatihan, misalnya untuk anak TK, SD, atau SMP melihat langsung cara beternak, lalu lahan di situ bisa juga untuk outbound, karena daerahnya bagus," kata Rektor Uhamka Prof Gunawan Suryoputro dalam keterangan yang diterima tvMu, Rabu (10/5/2023).
Lebih lanjut, Gunawan menyebutkan Uhamka akan melakukan koordinasi dengan pusat-pusat pendidikan untuk mengadakan pelatihan tentang beternak domba dan budi daya ikan, serta pertanian.
"Langkah berikutnya, setelah domba dan ikan berkembang, karena 64 hektare lumayan untuk dikembangkan, kita memang membuka 20 hektare dulu (untuk pertanian dan peternakan), karena kan daerahnya bagus mirip puncak, jadi sisanya kita kembangkan untuk edu park," ujarnya.
Tak hanya sebagai taman edukasi, Gunawan mengatakan lahan milik Uhamka ini juga akan digunakan untuk memberdayakan masyarakat.
"Untuk yang ke masyarakat, akan menjadi pilot project-nya Lembaga Pengembang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LP UMKM) Muhammadiyah untuk pemberdayaan dan menguatkan finansial masyarakat," sebutnya.
Dia menambahkan, Uhamka juga sudah bermitra dengan salah satu LP UMKM Muhammadiyah yang memang seorang pengusaha bibit, dan sudah berpengalaman untuk pembibitan ternak ikan, baik di dalam maupun luar negeri.
"Sudah disuplai bibitnya, tinggal mengembangkan. Kalau bibit ternak dombanya, kita berdayakan masyarakat untuk investasi, jadi tiap satu domba nanti kami beri asuransi, kalau dombanya mati, masyarakat tetap bisa mendapatkan gantinya," ungkap Gunawan.
Dalam pemasaran para peternak dan petani, Gunawan menyampaikan pihaknya akan didampingi oleh tim LP UMKM Muhammadiyah.
"Sudah ada ahli untuk pemasarannya, karena domba kan dibutuhkan untuk aqiqah, untuk pedagang-pedagang kuliner, juga permintaan itu tidak ada habisnya. Jadi, memang pemasarannya sudah disalurkan, tetapi khusus di lingkungan warga sendiri dan perserikatan akan dibuat jaringan untuk pemasok," jelasnya.
Terkait hal ini, Gunawan berharap kepada pemerintah agar ada kolaborasi dan dukungan bersifat regulasi, karena potensi peternakan kambing tidak bisa dipisahkan dari masyarakat, bisa dilakukan dari skala kecil atau rumahan sampai skala besar.
"Kami sekaligus membantu pemerintah bagaimana mensejahterakan masyarakat dan kehidupan melalui usaha kecil mikro, jadi semoga ada dukungan, kami juga memerlukan bimbingan teknis dari pemerintah, karena pemerintah kan sudah memiliki pengalaman, demi membantu menyebarluaskan pemberdayaan ekonomi masyarakat agar bisa diterapkan di daerah lain," pungkasnya.
VIDEO: Kolaborasi Uhamka Membahas Persoalan Pelestarian Alam Sesuai Syariat