UHAMKA Tower Jadi Ikon Baru Muhammadiyah Bangun Peradaban Modern
TVMU.TV - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir melakukan groundbreaking pembangunan UHAMKA Tower and Convention Hall di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), Sabtu (8/11).
Acara tersebut menjadi momen penting dalam sejarah UHAMKA, menandai langkah baru kampus ini menuju transformasi sebagai perguruan tinggi modern, unggul, dan berdaya saing global.
Dalam sambutannya, Haedar menyampaikan apresiasi atas pembangunan gedung monumental ini sekaligus memberikan refleksi strategis tentang masa depan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).
Ia menegaskan pentingnya kesiapan PTMA menghadapi dinamika dunia pendidikan tinggi yang kian kompetitif.
“Persaingan perguruan tinggi kini semakin luas dan masif. Karena itu, PTMA harus mampu beradaptasi dan melakukan antisipasi untuk terus tumbuh ke arah yang lebih maju,” ujar Haedar.
Haedar juga menyinggung pandangan antropolog Prof. Koentjaraningrat tentang tiga mentalitas yang menghambat pembangunan bangsa.
Dia menilai, ketiga sikap tersebut—mentalitas menerabas, tidak disiplin, dan tidak menghargai waktu—masih relevan dan harus dihindari seluruh kader Muhammadiyah.
“Di Muhammadiyah itu perlu disiplin waktu, baik dalam kegiatan maupun membangun amal usaha,” tegasnya.
Menurut Haedar, kemajuan bangsa dan peradaban tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual, tetapi juga memerlukan etika, integritas, dan ilmu yang memberi manfaat.
“Membangun bangsa, umat, dan peradaban memerlukan perilaku, ucapan, dan ilmu yang elok,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa budaya membangun secara mandiri merupakan tradisi khas Muhammadiyah yang harus terus dijaga dan diwariskan. Semangat kemandirian tersebut, kata Haedar, menjadi modal utama bagi Muhammadiyah dalam membangun amal usaha, termasuk di bidang pendidikan tinggi.
Dalam orasinya, Haedar menguraikan tujuh unsur kebudayaan yang perlu terus dikembangkan Muhammadiyah menuju peradaban Islam berkemajuan, yakni: sistem religi, ilmu pengetahuan, sistem sosial, ekonomi dan bisnis, bahasa, kesenian, serta teknologi.
“Ketujuh unsur kebudayaan ini harus diletakkan dalam tafsir Islam berkemajuan. Kita harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan zaman,” jelasnya.
Menutup sambutannya, Haedar menyebut pembangunan UHAMKA Tower and Convention Hall bukan hanya proyek infrastruktur, melainkan simbol nyata dari semangat membangun peradaban Muhammadiyah yang berakar pada nilai-nilai Islam berkemajuan.
“Pembangunan tower UHAMKA ini adalah wujud nyata dari kebudayaan membangun di Muhammadiyah untuk peradaban yang berkemajuan,” tutup Haedar.