UMJ Hadirkan Tokoh Lintas Ormas Islam di HBM ke-12

UMJ Hadirkan Tokoh Lintas Ormas Islam di HBM ke-12
Rektor UMJ, Ma’mun Murod memberikan cendera mata kepada Shaikh Mustofa Ceric selaku President of The World Bosniak Congress Hari Bermuhammadiyah (HBM) ke-12 UMJ bertema “Menggerakkan Peradaban, Mencerahkan Bangsa: Sinergi, Kolaborasi, Kontribusi”, Rabu (12/11). Tangkap layar YouTube tvMu Channel.

TVMU.TV - Dalam rangka memperingati Milad ke-70 tahun, Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menggelar Hari Bermuhammadiyah (HBM) ke-12 bertema “Menggerakkan Peradaban, Mencerahkan Bangsa: Sinergi, Kolaborasi, Kontribusi”, Rabu (12/11).

Acara yang digelar di Auditorium KH. Ahmad Azhar Basyir, Gedung Cendekia UMJ, berlangsung khidmat dan penuh semangat refleksi nilai-nilai kemuhammadiyahan dan keislaman dalam perspektif global.

Ketua Panitia HBM ke-12, Fakrurazi mengatakan, kegiatan ini menjadi ajang untuk menumbuhkan semangat bermuhammadiyah di kalangan civitas academica.

“Hari Bermuhammadiyah diharapkan dapat meningkatkan antusiasme seluruh warga kampus dalam mengamalkan nilai-nilai dan semangat Muhammadiyah,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UMJ, Ma’mun Murod menuturkan bahwa HBM telah menjadi agenda tahunan sejak 2022, namun pelaksanaan tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan peringatan 70 tahun berdirinya UMJ.

“Pelaksanaan HBM kali ini berbeda dari sebelumnya. Perbedaan tersebut terlihat dari kehadiran para pembicara yang mewakili berbagai organisasi Islam besar di Indonesia,” jelas Ma’mun.

Dalam kegiatan tersebut, hadir perwakilan dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Pengurus Besar (PB) Al Jam’iyatul Washliyah, dan Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis).

Turut hadir pula Shaikh Mustofa Ceric selaku President of The World Bosniak Congress, atas undangan Din Syamsuddin.

Ma’mun menilai, kehadiran empat organisasi besar itu menjadi simbol persatuan dalam keberagaman istilah dan struktur organisasi Islam di Indonesia.

“Menariknya, Muhammadiyah dan Persis sama-sama menggunakan istilah ‘Pimpinan Pusat’, sementara NU dan Al Washliyah menggunakan istilah ‘Pengurus Besar’. Ini menunjukkan keberagaman istilah, tapi satu tujuan, yakni memajukan umat,” tuturnya.

Rektor juga mengingatkan bahwa puncak Milad ke-70 UMJ akan digelar pada 29 November 2025, berdekatan dengan Milad Muhammadiyah pada 18 November.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan partisipasi seluruh pihak dalam kegiatan ini,” imbuhnya.

HBM ke-12 menghadirkan Kuliah Umum internasional oleh Shaikh Mustofa Ceric yang membawakan materi bertajuk “Pendekatan Baru terhadap Konsep Wasathiyah: Dari Moderasi menuju Mediasi untuk Perdamaian Dunia.”

Selain itu, empat tokoh dari berbagai organisasi Islam turut memberikan ceramah inspiratif, yakni Hadi Nur Ramadhan dari PP Persis, KH. Ulil Abshar Abdalla dari PBNU, H. Amran Arifin dari PB Al Washliyah, Abdul Mu’ti selaku Sekretaris Umum PP Muhammadiyah dan Mendikdasmen RI.

Mereka memberikan pandangan yang memperkaya wawasan civitas academica tentang pentingnya sinergi, kolaborasi, dan kontribusi lintas organisasi Islam dalam membangun peradaban bangsa yang berkemajuan.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar seribu peserta, terdiri atas dosen, mahasiswa, dekan, dan jajaran pimpinan universitas. Hadir pula Staf Ahli Menteri Bidang Talenta, Mariman Darto, serta ditutup dengan penampilan Orkes Gambus Syifa Nada dari mahasiswa UMJ yang menambah semarak suasana.

Melalui kegiatan ini, UMJ menegaskan komitmennya untuk terus menjadi kampus berkemajuan yang mencerahkan bangsa dengan menanamkan nilai-nilai kemuhammadiyahan, kolaborasi lintas ormas, dan semangat Islam berkemajuan di tingkat nasional maupun global.