UMP Raih Terbaik 4 Perguruan Tinggi Paling Aktif di Anugerah Abdidaya Ormawa 2025
TVMU.TV - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan Terbaik 4 Perguruan Tinggi Paling Aktif pada ajang Anugerah Abdidaya Ormawa 2025. Capaian ini menegaskan konsistensi UMP dalam mengembangkan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Penghargaan tersebut menjadi puncak dari partisipasi UMP dalam rangkaian Abdidaya PPK Ormawa selama empat tahun terakhir. Pada tahun 2025, UMP tidak hanya meraih satu kategori, tetapi berhasil membawa pulang lima penghargaan dari berbagai kategori penilaian.
Ketua Tim Taskforce PPK Ormawa UMP, Dini Nur Afifah, M.Eng., menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi momentum penting bagi UMP untuk terus meningkatkan kualitas program kemahasiswaan.
“Alhamdulillah, kami sangat bangga dan bersyukur. Setelah empat tahun mengikuti Abdidaya PPK Ormawa, akhirnya pada tahun 2025 UMP berhasil menembus penghargaan Terbaik 4 Perguruan Tinggi Paling Aktif. Tahun 2024 lalu, dari tiga tim ormawa yang diundang ke Abdidaya di Universitas Udayana, UMP meraih satu kategori Ormawa Tervisioner oleh IMM Farmasi. Tahun ini, alhamdulillah kami mampu meraih lima penghargaan sekaligus,” kata Dini dalam keterangannya, Senin (5/1).
Lima penghargaan yang diraih UMP pada Anugerah Abdidaya Ormawa 2025 meliputi kategori poster paling menarik secara visual oleh BEM FIKES, ormawa dengan rekam jejak pemberdayaan masyarakat terbaik oleh IMM Farmasi, tim dengan hasil yang dapat diadopsi di tingkat nasional oleh HMPS Ilmu Keperawatan S1, dosen pendamping dengan pemahaman pemberdayaan masyarakat terbaik atas nama Ns. Jumiati Riskiyani Dwi Nandia, S.Kep., M.Kep., serta penghargaan utama sebagai perguruan tinggi paling aktif.
Anggota Tim Taskforce PPK Ormawa UMP, Ragil Setiyabudi, M.Kes (Epid), menambahkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas unsur di lingkungan universitas. Ia menekankan peran penting organisasi mahasiswa, dosen pendamping, hingga pimpinan universitas dalam mendukung pelaksanaan program.
“Hasil ini tentu tidak jauh dari dukungan Ormawa pengusul, tim pelaksana, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, dosen pendamping, Biro Kemahasiswaan dan Alumni, Tim Taskforce PPK Ormawa, serta pimpinan universitas. Dukungan tersebut diberikan secara menyeluruh, baik material maupun nonmaterial, mulai dari tahap pra-pendanaan hingga Abdidaya PPK Ormawa,” jelasnya.
Pendampingan terhadap mahasiswa, lanjut Ragil, dilakukan secara berkelanjutan bahkan sebelum program resmi dirilis oleh kementerian. Proses tersebut mencakup penjaringan ide, penguatan subproposal, hingga monitoring dan evaluasi rutin agar program yang dijalankan benar-benar relevan dan berkelanjutan di desa sasaran.
“Harapan kami, prestasi ini tidak berhenti sampai di sini. Semoga ke depan semakin banyak prestasi mahasiswa UMP, khususnya dalam program hibah kemahasiswaan. Capaian ini diharapkan menjadi motivasi untuk menumbuhkan kompetisi yang sehat dan memperkuat daya saing UMP di tingkat nasional hingga internasional,” pungkasnya.
Melalui capaian ini, UMP semakin menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang aktif mendorong peran mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat melalui program kemahasiswaan yang terstruktur, kolaboratif, dan berdampak.