UMSU Perkuat Edukasi Iklim Melalui Program MPR Goes to Campus

UMSU Perkuat Edukasi Iklim Melalui Program MPR Goes to Campus
Rektor UMSU, Agussani dan Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno dalam acara kuliah umum bertema “Urgensi Transisi Energi Mencegah Dampak Perubahan Iklim” di Auditorium Kampus Utama, Jalan Kapten Mukhtar Basri, Kamis (2/4/2026). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar kuliah umum bertema “Urgensi Transisi Energi Mencegah Dampak Perubahan Iklim” di Auditorium Kampus Utama, Jalan Kapten Mukhtar Basri, Kamis (2/4/2026). Kegiatan ini menghadirkan Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, sebagai narasumber utama.

Kuliah umum yang merupakan bagian dari program “MPR Goes to Campus” tersebut diikuti ratusan mahasiswa dan sivitas akademika. Agenda ini bertujuan memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus membahas isu strategis nasional, termasuk kebijakan publik dan krisis perubahan iklim.

Dalam pemaparannya, Eddy menegaskan bahwa transisi energi dari fosil ke energi terbarukan menjadi kebutuhan mendesak yang tidak dapat ditunda.

“Perubahan iklim bukan lagi ancaman di masa depan, tetapi sudah kita rasakan hari ini. Karena itu, transisi energi menjadi sebuah keharusan,” tegasnya.

Ia menjelaskan ketergantungan terhadap energi fosil berkontribusi besar terhadap peningkatan emisi karbon yang memicu pemanasan global. Oleh karena itu, peralihan menuju energi bersih dinilai penting, tidak hanya untuk lingkungan, tetapi juga keberlanjutan ekonomi nasional.

“Kita harus mulai beralih ke energi terbarukan. Ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga menyangkut keberlanjutan ekonomi dan masa depan bangsa,” ujarnya.

Eddy juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mendorong perubahan tersebut. Ia mengajak mahasiswa untuk aktif terlibat dalam inovasi dan advokasi kebijakan berbasis lingkungan.

“Mahasiswa harus menjadi agen perubahan. Jangan hanya menjadi penonton, tetapi ambil peran dalam mendorong inovasi dan kebijakan yang prolingkungan,” katanya.

Dalam konteks kebijakan nasional, ia mendorong pemerintah menjadikan 2026 sebagai momentum penguatan mitigasi krisis iklim, termasuk percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang Pengelolaan Perubahan Iklim.

“Keberadaan undang-undang khusus perubahan iklim akan memberikan kepastian arah kebijakan jangka panjang mitigasi iklim,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor UMSU, Agussani, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan global, termasuk isu lingkungan.

“Perguruan tinggi tidak hanya mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga harus melahirkan generasi berintegritas, memiliki kepedulian sosial, serta komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Ia juga mendorong mahasiswa memanfaatkan momentum kuliah umum untuk memperluas wawasan dan berkontribusi dalam solusi atas persoalan nasional.

“Kita mengenal Pak Eddy Soeparno sebagai tokoh nasional yang concern terhadap isu energi terbarukan. Karena itu, momentum kuliah umum ini harus dimanfaatkan untuk memperluas wawasan, agar mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi bagian dari solusi,” tambahnya.

Kuliah umum ini berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya transisi energi, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang kritis, berintegritas, dan berkomitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.