UMS Perkuat Kebersamaan Mahasiswa Asing Lewat International Ramadan Gathering 2026
TVMU.TV - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar International Ramadan Gathering 2026 sebagai upaya mempererat silaturahmi sekaligus melakukan monitoring perkembangan studi mahasiswa internasional yang sedang menempuh pendidikan di kampus tersebut.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional (DRKUI) UMS ini berlangsung di Ruang Seminar B2 Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Rabu (4/3). Acara diikuti mahasiswa asing dari berbagai skema pembiayaan, mulai dari jalur mandiri, International Priority Scholarship, Kemitraan Negara Berkembang, hingga The Indonesian Aid Scholarship.
Direktur DRKUI UMS, Nurgiyatna, S.T., M.Sc., Ph.D., mengatakan kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antara mahasiswa internasional dengan pihak universitas, sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih intensif.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi di bulan Ramadan, tetapi juga menjadi ruang bagi kami untuk mendengar langsung pengalaman, kendala, serta masukan dari mahasiswa internasional selama menjalani studi di UMS,” ungkapnya.
Selain mempererat kebersamaan, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan tim DRKUI untuk melakukan monitoring dan evaluasi perkembangan akademik mahasiswa internasional selama menempuh studi di UMS. Dalam sesi diskusi, para mahasiswa diberi kesempatan berbagi pengalaman terkait proses adaptasi terhadap sistem pembelajaran, interaksi dengan dosen dan mahasiswa lokal, hingga tantangan yang mereka hadapi selama masa studi.
“Secara umum, para mahasiswa menyampaikan bahwa proses pembelajaran berjalan dengan baik dan mereka mendapatkan dukungan dari program studi maupun lingkungan kampus,” imbuh Nurgiyatna.
Dalam kesempatan itu, sejumlah mahasiswa internasional juga berbagi pengalaman menjalani Ramadan di Indonesia. Salah satunya Noor Ul Ain, mahasiswa asal Pakistan, yang mengaku mendapatkan pengalaman baru selama menjalankan ibadah puasa di UMS.
“Ini adalah Ramadan pertama saya di Indonesia. Saya mendapatkan banyak pengalaman yang unik dan berbeda dibandingkan dengan negara saya. Salah satu yang paling menarik adalah saat menjelang berbuka puasa, di mana di banyak tempat terdapat orang yang menjual berbagai makanan takjil. Suasana ini sangat meriah dan memberikan pengalaman baru bagi saya,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan mahasiswa asal Kenya, Alwi Ahmed, yang menilai kegiatan tersebut mampu mempererat kebersamaan mahasiswa dari berbagai negara.
“Kegiatan ini sangat wonderful, fenomenal, dan spektakuler. Acara ini benar-benar bringing diversity together, karena mahasiswa dari berbagai negara dapat berkumpul, merayakan Ramadan, dan berbuka puasa bersama dalam suasana yang hangat,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan dengan melibatkan lebih banyak program budaya maupun akademik yang memperkuat interaksi mahasiswa internasional di lingkungan kampus.
Melalui kegiatan ini, UMS berharap komunikasi antara mahasiswa internasional dan pihak universitas semakin kuat sekaligus menjadi sarana evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan internasional. Program tersebut juga mencerminkan komitmen UMS dalam membangun lingkungan kampus yang inklusif, beragam, dan terbuka bagi komunitas global.