UMSU Wisuda 2.440 Lulusan, Perkuat Kiprah Internasional dan Siapkan Program Spesialis Baru

UMSU Wisuda 2.440 Lulusan, Perkuat Kiprah Internasional dan Siapkan Program Spesialis Baru
Wisuda Periode I Tahun 2026 UMSU di Medan, Senin (23/6). Foto: Tangkap layar YouTube tvMu Channel.

TVMU.TV - Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mewisuda 2.440 lulusan pada Wisuda Periode I Tahun 2026 yang digelar selama tiga hari, 23–25 Juni 2026, di Selecta Convention Hall, Medan.

Prosesi wisuda menjadi momentum penting bagi UMSU untuk menegaskan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah yang terus memperkuat reputasi internasional sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di berbagai bidang.

Pada hari pertama wisuda, Selasa (23/6), sebanyak 787 wisudawan dari Sekolah Pascasarjana, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) mengikuti prosesi pengukuhan. Di antara para lulusan terdapat mahasiswa internasional asal Kamboja, Kreyya Dani, yang turut menyelesaikan studinya di UMSU.

Acara tersebut dihadiri Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah dr. H. Agus Taufiqurrahman, Sp.S., M.Kes., Kepala LLDikti Wilayah I Prof. Saiful Anwar Matondang, M.A., Ph.D., Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara Prof. Dr. Hasyimsyah Nasution, M.A., Ketua Pimpinan Wilayah ’Aisyiyah Sumatera Utara Dr. Nur Rahmah Amini, M.Ag., serta jajaran pimpinan UMSU.

Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd., mengungkapkan bahwa internasionalisasi kampus terus menunjukkan perkembangan signifikan. Saat ini, UMSU memiliki 71 mahasiswa internasional yang berasal dari berbagai negara, seperti Kamboja, Thailand, Inggris, dan Amerika Serikat.

Lebih lanjut, Akrim menyebut minat mahasiswa asing untuk menempuh pendidikan di UMSU terus meningkat. Pada penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026, tercatat lebih dari 1.200 calon mahasiswa dari 51 negara mendaftar mengikuti seleksi masuk.

“Saya mengapresiasi seluruh sivitas akademika atas capaian ini. Namun, kapasitas UMSU saat ini maksimal hanya dapat menampung sekitar 50 mahasiswa internasional setiap tahun,” ujar Akrim.

Selain memperluas jejaring internasional, UMSU juga mencatat berbagai prestasi akademik. Kampus ini berhasil masuk dalam sejumlah pemeringkatan dunia, seperti QS Ranking, Times Higher Education (THE) Impact Rankings, dan World University Ranking, serta memperoleh pengakuan dari Malaysian Qualifications Agency (MQA).

Tak hanya itu, empat program studi UMSU telah mengantongi akreditasi internasional Foundation for International Business Administration Accreditation (FIBAA), masing-masing dua program studi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Agama Islam.

Menurut Akrim, berbagai capaian tersebut merupakan bagian dari komitmen UMSU dalam meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“UMSU terus berbenah menjalankan tridarma perguruan tinggi dan caturdarma Muhammadiyah. Kami berkomitmen menjadi kampus unggul yang berkontribusi bagi kemajuan sumber daya manusia Indonesia,” tegasnya.

Ketua PP Muhammadiyah, dr. H. Agus Taufiqurrahman, Sp.S., M.Kes., memberikan apresiasi atas kemajuan yang diraih UMSU, khususnya dalam pengembangan kualitas akademik dan reputasi internasional.

“UMSU merupakan salah satu kampus kategori pembina karena prestasi dan kemajuannya,” ujarnya.

Menurut Agus, keberhasilan yang diraih UMSU menunjukkan bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah mampu bersaing di tingkat global sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ia mengingatkan para lulusan bahwa wisuda bukan akhir dari proses belajar, melainkan awal pengabdian di tengah masyarakat.

“Wisuda ini bukan titik akhir, tetapi awal untuk mengaplikasikan ilmu dalam kehidupan yang lebih baik,” katanya.

Agus juga menekankan pentingnya menjaga integritas, moralitas, spiritualitas, dan kapasitas intelektual di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.

“Produk hasil pendidikan tinggi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Karena itu, kita membutuhkan ilmuwan yang memiliki semangat keilmuan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Agus mengungkapkan rencana pengembangan FKIK UMSU melalui pembukaan dua program studi spesialis baru dan pembangunan rumah sakit premium guna memperkuat layanan pendidikan kesehatan serta kebutuhan masyarakat akan tenaga medis spesialis.

Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah I, Prof. Saiful Anwar Matondang, mengapresiasi kontribusi UMSU dalam pengembangan pendidikan kesehatan dan kedokteran di Sumatera Utara.

“UMSU sudah mendapatkan beberapa program studi spesialis kedokteran. Kami berharap ada tambahan spesialis baru karena ini merupakan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Dia juga mendorong percepatan pengusulan jabatan akademik guru besar di lingkungan UMSU sebagai upaya memperkuat kualitas sumber daya akademik.

“Kami mendorong pengusulan jabatan guru besar, khususnya di UMSU,” tegasnya.

Selain berbagai capaian akademik, prosesi wisuda kali ini juga menghadirkan kisah inspiratif dari Kreyya Dani, mahasiswa asal Kamboja yang berhasil menyelesaikan pendidikannya di UMSU.

Ia mengaku sempat mengalami kesulitan saat pertama kali tiba di Medan karena perbedaan bahasa dan budaya.

“Saat pertama tinggal di Medan, saya tidak tahu bahasa dan mata uangnya,” ungkapnya.

Namun, dukungan lingkungan kampus dan keramahan masyarakat membuatnya mampu beradaptasi dengan baik.

“Semua orang baik kepada saya,” katanya.

Kreyya mengaku bangga menjadi bagian dari keluarga besar UMSU.

“Saya bangga menjadi bagian dari UMSU. UMSU adalah rumah kedua saya,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, UMSU juga menyerahkan sejumlah beasiswa kepada alumni untuk melanjutkan studi pascasarjana, termasuk kepada lulusan asal Kamboja dan beberapa lulusan FKIK.

Selain itu, kampus memberikan beasiswa pendidikan kepada dua adik dari almarhum Nobri Ardani, mahasiswa FKIP yang meninggal dunia setelah menjalani sidang skripsi, sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga yang ditinggalkan.