UMS Raih Hibah Australia Indonesia Institute 2025, Kembangkan Program Rehabilitasi dan Olahraga Disabilitas
TVMU.TV - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih Australia Indonesia Institute Grant 2025 untuk mengembangkan program pemberdayaan penyandang disabilitas berbasis rehabilitasi dan olahraga. Melalui hibah tersebut, UMS akan mengadopsi program ParaSTART dari The University of Queensland, Australia.
Program ini dirancang untuk meningkatkan partisipasi aktif penyandang disabilitas dalam aktivitas fisik dan olahraga melalui pendekatan rehabilitasi yang terarah dan berkelanjutan.
Ketua Program Studi Profesi Fisioterapis UMS sekaligus penerima hibah, Suryo Saputra Perdana, M.Sc.PT., menjelaskan bahwa program ParaSTART menyasar individu disabilitas dengan kebutuhan dukungan tinggi (high need support). Fokusnya tidak hanya pada olahraga, tetapi juga pemulihan kondisi kesehatan sebelum peserta diarahkan ke cabang olahraga yang sesuai.
“Harapannya, mereka bisa berpartisipasi aktif dalam olahraga. Kita perbaiki kesehatannya, kita rehabilitasi terlebih dahulu, kita siapkan, lalu kita pilihkan cabang olahraga yang sesuai. Jadi teman-teman disabilitas tidak hanya pasif, tetapi bisa berpartisipasi aktif. Nantinya, jika mereka berprestasi dan memiliki bakat, kita masukkan ke ajang paralimpiade,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).
Pelaksanaan program ini melibatkan kolaborasi lintas disiplin di lingkungan UMS, antara lain Program Studi Fisioterapi dan Pendidikan Jasmani. Selain itu, UMS menggandeng Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta sebagai mitra utama dalam aspek rehabilitasi medis.
Keterlibatan rumah sakit tersebut diharapkan memperkuat tahapan rehabilitasi sebelum peserta memasuki fase pembinaan olahraga prestasi.
Suryo menegaskan, implementasi ParaSTART di Indonesia akan disesuaikan dengan konteks sosial dan budaya lokal agar lebih relevan dan berkelanjutan.
“Rencananya kita akan adaptasi di Indonesia dengan konteks sosial budaya yang ada di Indonesia,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari penguatan kerja sama, pengembang program ParaSTART dari Australia, Prof. Sean Michael Tweedy, melakukan kunjungan ke Ruang Sidang Rektorat UMS pada Sabtu (14/2/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menjajaki peluang kolaborasi lanjutan dengan sejumlah pusat studi di UMS.
Agenda itu juga dirangkaikan dengan forum diskusi lintas sektoral yang melibatkan Pusat Studi Disabilitas, Pusat Studi Penyakit Kronis, dosen Pendidikan Jasmani, Fakultas Ilmu Kesehatan, serta Fakultas Teknik.
Sebelumnya, UMS telah melakukan kunjungan ke The University of Queensland pada September 2025 untuk melihat langsung implementasi ParaSTART di Australia. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penjajakan kerja sama sekaligus pemetaan potensi sumber daya dan tenaga ahli yang dimiliki UMS.
“Kunjungan ini melengkapi agenda sebelumnya, sehingga kita bisa bekerja sama secara optimal. Kita juga menunggu kolaborasi-kolaborasi lain. Dengan potensi dan mahasiswa yang ada di sini, kita terus mencari peluang kerja sama,” ujar Suryo.
Dengan dukungan hibah internasional tersebut, UMS menargetkan program ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas, tetapi juga membuka peluang lahirnya atlet paralimpiade dari Indonesia melalui pendekatan rehabilitasi berbasis riset dan kolaborasi global.