Unismuh Makassar Jadi Pusat Pengembangan Ensiklopedi Hadis Tematik At-Tanwir

Unismuh Makassar Jadi Pusat Pengembangan Ensiklopedi Hadis Tematik At-Tanwir
Acara peluncuran agenda penyusunan ensiklopedi tersebut di Unismuh Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (16/6/2026). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengapresiasi langkah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan yang menggagas penyusunan Ensiklopedi Hadis Tematik Syarah At-Tanwir. Karya tersebut dinilai akan menjadi pelengkap penting bagi Tafsir At-Tanwir yang saat ini tengah disusun oleh PP Muhammadiyah sebagai tafsir resmi Persyarikatan.

Apresiasi itu disampaikan Ketua PP Muhammadiyah, Irwan Akib, saat menghadiri peluncuran agenda penyusunan ensiklopedi tersebut di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (16/6/2026).

Menurut Irwan, penyusunan ensiklopedi hadis tematik tersebut merupakan kontribusi strategis Muhammadiyah Sulawesi Selatan dalam memperkaya khazanah keilmuan Islam sekaligus memperkuat tradisi intelektual Persyarikatan.

“Tentu nanti akan melengkapi tafsir yang sementara digarap oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Saya kira itu akan menjadi sebuah monumen bersejarah bagi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan,” kata Irwan.

Ia menjelaskan, semangat At-Tanwir yang berarti pencerahan menjadi fondasi penting dalam pengembangan pemikiran Islam Muhammadiyah. Karena itu, kehadiran Tafsir At-Tanwir dan Ensiklopedi Hadis Tematik Syarah At-Tanwir diharapkan dapat memperkuat pemahaman warga Muhammadiyah terhadap dua sumber utama ajaran Islam, yakni Al-Qur’an dan hadis.

Karya Monumental Muhammadiyah Sulsel

Ketua PWM Sulawesi Selatan, Ambo Asse, menyebut penyusunan Ensiklopedi Hadis Tematik Syarah At-Tanwir sebagai salah satu proyek intelektual terbesar yang sedang diikhtiarkan Muhammadiyah Sulawesi Selatan.

“Hari ini kita akan meluncurkan sebuah karya monumental, karya yang besar, yang akan dilaksanakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Menurut Ambo Asse, ensiklopedi tersebut dirancang untuk menjadi pendamping Tafsir At-Tanwir yang sedang disusun PP Muhammadiyah, sehingga mampu memperkaya referensi keislaman yang berbasis manhaj Muhammadiyah.

“Ensiklopedi Hadis Tematik Syarah At-Tanwir ini adalah karya yang mengimbangi karya yang dilakukan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Tafsir At-Tanwir,” katanya.

Ia menjelaskan, ensiklopedi tersebut direncanakan terdiri atas empat jilid. Jilid pertama membahas akidah, jilid kedua akhlak, jilid ketiga ibadah, dan jilid keempat membahas muamalah duniawiah.

Menjadi Rujukan Keilmuan Muhammadiyah

Rektor Unismuh Makassar, Prof. Dr. H. Abd. Rakhim Nanda, M.Si., menilai penyusunan ensiklopedi hadis tersebut memiliki nilai strategis bagi pengembangan keilmuan Muhammadiyah.

Menurutnya, apabila PP Muhammadiyah telah menghadirkan Tafsir At-Tanwir sebagai rujukan penafsiran Al-Qur’an, maka Muhammadiyah Sulawesi Selatan mengambil peran melalui pengembangan kajian hadis dengan spirit pencerahan yang sama.

“Kalau di pusat ada At-Tanwir, di sini Pimpinan Wilayah ikut mengambil bagian dengan Ensiklopedi Hadis yang juga At-Tanwir namanya,” ujar Rakhim.

Ia berharap kedua karya tersebut dapat menjadi referensi yang saling melengkapi dalam membimbing warga Muhammadiyah maupun umat Islam secara lebih luas.

“Nanti ada dua pasang kitab yang saling berdampingan untuk memandu jalan warga Muhammadiyah dan umat Islam pada umumnya,” katanya.

Bagian dari Milad ke-63 Unismuh Makassar

Peluncuran penyusunan Ensiklopedi Hadis Tematik Syarah At-Tanwir menjadi salah satu rangkaian peringatan Milad ke-63 Unismuh Makassar. Puncak perayaan milad dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni 2026 melalui Rapat Senat Terbuka Luar Biasa yang akan memaparkan capaian dan perkembangan kampus selama setahun terakhir.

Lebih dari sekadar agenda seremonial, peluncuran ensiklopedi hadis ini menegaskan peran Unismuh Makassar sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan pendukung gerakan intelektual Muhammadiyah di kawasan timur Indonesia.

Melalui proyek tersebut, Muhammadiyah Sulawesi Selatan diharapkan mampu menghadirkan kontribusi berkelanjutan dalam pengembangan studi Islam yang moderat, berkemajuan, dan relevan dengan kebutuhan zaman.