Wamenhaj Kunjungi Tukang Tambal Ban Asal Semarang yang Berhasil Berhaji Setelah Menabung 12 Tahun

Wamenhaj Kunjungi Tukang Tambal Ban Asal Semarang yang Berhasil Berhaji Setelah Menabung 12 Tahun
Wamenhaj RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengunjungi Sulaji, jemaah haji Indonesia asal Kota Semarang yang menjadi sorotan karena perjuangannya mewujudkan impian berhaji melalui penghasilan sebagai tukang tambal ban di lapak tambal ban milik Sulaji, Rabu (24/6/2026). Foto: MCH 2026.

TVMU.TV - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengunjungi Sulaji, jemaah haji Indonesia asal Kota Semarang yang menjadi sorotan karena perjuangannya mewujudkan impian berhaji melalui penghasilan sebagai tukang tambal ban.

Kunjungan tersebut dilakukan di lapak tambal ban milik Sulaji pada Rabu (24/6/2026). Kehadiran Dahnil menjadi bentuk apresiasi atas ketekunan dan semangat Sulaji yang menabung selama lebih dari satu dekade demi menunaikan ibadah haji pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Sulaji diketahui mulai mendaftar haji pada 2014. Sejak saat itu, ia secara konsisten menyisihkan sebagian penghasilannya untuk biaya perjalanan haji. Selama masa tunggu keberangkatan, ia juga mengikuti arisan sebagai upaya menambah dana tabungan haji. Namun, saat memasuki tahap pelunasan biaya haji, Sulaji masih mengalami kekurangan dana sehingga harus meminjam uang agar dapat melunasi kewajibannya dan berangkat ke Tanah Suci.

Dahnil mengatakan Kementerian Haji dan Umrah tengah mendata sejumlah jemaah dengan kisah perjuangan inspiratif sebagai bentuk penghargaan atas ketulusan dan kerja keras mereka dalam memenuhi rukun Islam kelima.

“Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Kemenhaj mendata jemaah yang pekerja keras, berusaha mempunyai niat tulus untuk berangkat haji. Kami memastikan bahwa para jemaah yang telah berjuang dengan penuh keikhlasan dapat menjalani kehidupan pascahaji dengan lebih tenang,” ujar Dahnil.

Menurutnya, Sulaji merupakan salah satu contoh nyata masyarakat yang menunjukkan kesungguhan luar biasa dalam mewujudkan cita-cita berhaji meski memiliki keterbatasan ekonomi.

Dalam kesempatan itu, Dahnil menjelaskan bahwa melalui kolaborasi antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Persatuan Emirat Arab (PEA), Sulaji memperoleh bantuan untuk menyelesaikan kewajiban keuangan yang masih tersisa setelah keberangkatannya menunaikan ibadah haji.

“Pak Haji Sulaji adalah potret ketulusan dan kerja keras masyarakat Indonesia. Beliau menabung sejak 2014, berikhtiar melalui arisan, dan bahkan rela meminjam demi memenuhi panggilan Allah SWT. Alhamdulillah, melalui kolaborasi Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Persatuan Emirat Arab, kami dapat membantu beliau sehingga kini Pak Haji Sulaji dapat menjalani kehidupan sebagai seorang haji dengan lebih tenang tanpa dibayangi kewajiban yang masih tersisa,” kata Dahnil.

Ia menegaskan bahwa kehadiran negara harus dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat, terutama mereka yang menunjukkan dedikasi, kerja keras, dan ketulusan dalam menjalankan ibadah.

“Semoga kemabruran haji Pak Sulaji membawa keberkahan dan manfaat bagi beliau dan keluarganya. Kisah ini juga menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong dan kepedulian harus terus dijaga sebagai bagian dari nilai luhur bangsa,” pungkasnya.

Kisah Sulaji menjadi gambaran perjuangan banyak calon jemaah haji Indonesia yang menempuh perjalanan panjang untuk memenuhi panggilan ibadah ke Tanah Suci. Dengan masa tunggu haji yang mencapai belasan hingga puluhan tahun di sejumlah daerah, ketekunan menabung dan kesabaran menjadi modal utama bagi banyak masyarakat untuk mewujudkan impian berhaji. (FA-MCH 2026)