290 Peserta dari Kota Semarang Datangi Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta
Sebanyak 290 peserta dari PRM se-Kota Semarang mendatangi Kantor PP Muhammadiyah di Yogyakarta, Sabtu (1/10).
TVMU.TV - Sebanyak 290 peserta dari Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kota Semarang mendatangi Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Yogyakarta, Sabtu (1/10).
Ratusan peserta itu datang memiliki agenda khusus, yaitu “Peningkatan Capacity Building”. Kedatangan mereka diterima oleh Wakil Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Muhammad Samsudin.
Dalam paparannya, Muhsam, panggilan akrab Muhammad Samsudin menjelaskan materi tentang pentingnya pemahaman ideologi Muhammadiyah di tengah zaman saat ini.
Menurut dia, dlam memahami tujuan dan prinsip-prinsip bermuhammadiyah warga Muhammadiyah harus merujuk pada AD-ART Muhammadiyah, Kepribadian Muhammadiyah, Khittah Perjuangan Muhammadiyah, Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah (MKCHM), PHIWM dan Keputusan Resmi Organisasi.
“Muhammadiyah Gerakan Islam, Dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid, yang bersumber pada Al-Quran dan As-Sunnah, berasas Islam, dan bertujuan mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya,” jelas Muhsam.
Walaupun telah terstruktur dengan rapi, namun bukan berarti Muhammadiyah bisa selamanya terlepas dari masalah. Dalam catatannya, Muhammadiyah mengalami masalah organisasi secara ideologis, seperti kurang dipahami misi dan visi gerakan.
Maka dari itu, ia mengajak kepada semua untuk kembali belajar lagi tentang Kemuhammadiyahan.
“Perlu adanya intensifikasi pengajian anggota dan pimpinan, peningkatan kaderisasi dan transformasi, meningkatkan disiplin berorganisasi, serta menghidupkan kembali basis anggota dan organisasi di akar rumput,” sebut Muhsam.
Dari situ kemudian diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat tauhid, jihad fi sabilillah sebagai etos gerakan, berilmu, kesalihan individual, etos tajdid, amal salih dan sistem organisasi berbasis jamah, imamah, sebagai instrumen gerakan.
Muhsam pun berharap kedepannya ada kaderisasi secara tersistematis, intensifikasi ideologi, pembinaan kemuhammadiyahan secara simultan, re-aktualisasi penanaman komitmen dan etos gerakan di pemimpin, merintis dan menggerakkan serta memperluas jangkauan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), menjalin kolaborasi dan penguatan pengajian dan kajian.