Abdul Mu’ti Ajak Warga Muhammadiyah Bangga dan Bergerak Membangun Peradaban Berbasis Ilmu

Abdul Mu’ti Ajak Warga Muhammadiyah Bangga dan Bergerak Membangun Peradaban Berbasis Ilmu
Mendikdasmen RI, Abdul Mu’ti dalam acara Hari Bermuhammadiyah ke-12 yang digelar di Auditorium KH. Ahmad Azhar Basyir, Gedung Cendekia UMJ, Rabu (12/11). Foto: Tangkap layar YouTube tvMu Channel.

TVMU.TV - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen RI), Abdul Mu’ti menyerukan pentingnya menumbuhkan rasa bangga dan semangat gerakan di kalangan warga Muhammadiyah.

Seruan itu disampaikan dalam acara Hari Bermuhammadiyah ke-12 yang digelar di Auditorium KH. Ahmad Azhar Basyir, Gedung Cendekia Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Rabu (12/11).

Dalam suasana yang hangat dan penuh semangat, Abdul Mu’ti mengingatkan warga Muhammadiyah agar tidak sekadar menjadi pengikut, tetapi juga penggerak.

“Penting bagi kita memahami sejarah dan mengenal para tokohnya sebagai modal moral dan intelektual, agar semakin yakin bahwa bergabung dengan Muhammadiyah adalah pilihan yang benar,” ujar Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu.

Mu’ti menuturkan kebanggaannya terhadap kiprah Muhammadiyah yang kini semakin diakui secara global.

Ia pun mencontohkan keberadaan organisasi Tapak Suci di Mesir yang telah resmi diakui dan berkembang di sembilan provinsi di negara tersebut. Menurutnya, capaian itu menjadi bukti bahwa semangat dan nilai-nilai Muhammadiyah telah menembus batas-batas negara.

Dalam pidatonya, Abdul Mu’ti juga menyoroti konsep amal ma’ruf nahi munkar yang menurutnya harus dipahami bukan sekadar sebagai ajaran moral, tetapi juga gerakan ilmu.

“Ma’ruf adalah sesuatu yang benar menurut ilmu dan sesuai hukum yang berlaku. Karena itu, amal ma’ruf berarti mengajak manusia pada kebenaran yang berdasarkan ilmu,” jelas Ketua BPH UMJ itu.

Ia menambahkan, dalam Al-Qur’an terdapat sembilan ayat yang menghubungkan antara ma’ruf dan nahi munkar, yang menegaskan pentingnya keseimbangan antara kebenaran ilmiah dan norma sosial.

Mu’ti menilai, pemahaman inilah yang menjadikan Muhammadiyah menerima Pancasila sebagai dasar negara yang ideal.

“Allah berfirman, manusia bisa menjadi umat yang hebat jika berilmu dan beriman. Itulah sebabnya perintah pertama dalam Alquran adalah iqra’, bukan al-fatihah,” ujarnya.

Bagi Mu'ti, peradaban Islam dibangun di atas fondasi ilmu dan iman. Bangsa akan maju bila masyarakatnya memiliki ilmu yang amaliyah dan amal yang ilmiyah.

Menutup pesannya, Abdul Mu’ti mengajak seluruh warga Muhammadiyah untuk terus berperan aktif mencerdaskan bangsa melalui ilmu pengetahuan.

Dia menegaskan bahwa perubahan besar hanya dapat lahir dari pemikiran dan tindakan yang berlandaskan ilmu.

Acara Hari Bermuhammadiyah ke-12 ini juga dihadiri oleh President of The World Bosniak Congress, Shaikh Mustofa Ceric, Ketua PP Persis Hadi Nur Ramadhan, Sekjen PB Al Jam’iyatul Washliyah Amran Arifin, Staf Ahli Menteri Mariman Darto, serta jajaran pimpinan dan civitas akademika UMJ, termasuk pengurus Muhammadiyah dan 'Aisyiyah dari wilayah Jabodetabek.