Abdul Mu’ti: Halal Bihalal Hanya Ada di Indonesia

Abdul Mu’ti: Halal Bihalal Hanya Ada di Indonesia
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti dalam kegiatan Silaturahmi dan Pengajian Akbar yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan di halaman Masjid Raya Al Khuzaemah Kajen, Jumat (2/4). Foto: muhammadiyah.or.id.

TVMU.TV - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti menyebut tradisi Halal Bihalal dan ungkapan “mohon maaf lahir dan batin” sebagai kekhasan Indonesia yang tidak ditemukan di negara lain, termasuk negara mayoritas Muslim.

Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan Silaturahmi dan Pengajian Akbar yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan di halaman Masjid Raya Al Khuzaemah Kajen, Jumat (2/4).

Abdul Mu’ti menjelaskan, berdasarkan pengamatannya di berbagai negara, tradisi selepas salat Idulfitri umumnya hanya diisi dengan saling berjabat tangan dan mengucapkan “Id Mubarak”. Berbeda dengan Indonesia yang memiliki rangkaian ungkapan yang lebih lengkap.

“Kita memulainya dengan doa sesuai hadis Nabi, yakni ‘Taqabbalallahu minna wa minkum’, yang berarti semoga Allah menerima amal ibadah kami dan Anda sekalian. Kemudian, kita melengkapinya dengan kalimat ‘Minal Aidin wal Faizin’,” tuturnya.

Ia menambahkan, ungkapan “Minal Aidin wal Faizin” pada dasarnya merupakan bentuk doa antarsesama umat Islam.

“Kita sebenarnya sedang saling mendoakan agar kita termasuk golongan yang kembali pada fitrah, serta menjadi hamba-hamba yang menang dan sukses dalam perjuangan spiritual,” imbuhnya.

Selain itu, Abdul Mu’ti juga mengingatkan tiga ciri orang bertakwa kepada Allah, yakni gemar berinfak dalam kondisi lapang maupun sempit, mampu mengendalikan amarah, serta memaafkan sesama sebagai bentuk kesempurnaan perjalanan spiritual.

Sementara itu, Ketua PDM Kabupaten Pekalongan, Mulyono, menekankan pentingnya etos kerja terintegrasi untuk mendorong kemajuan organisasi dan daerah. Ia menyebut momentum Halal Bihalal menjadi penguat komitmen Muhammadiyah dalam berkontribusi di bidang pendidikan, dakwah, dan pelayanan umat.

“Selaku pribadi dan pimpinan daerah, saya memohon maaf lahir dan batin jika dalam berinteraksi maupun mengemban amanat organisasi terdapat hal-hal yang kurang berkenan atau kekeliruan dalam aktivitas keseharian,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Kabupaten Pekalongan yang dihadiri pengurus Muhammadiyah dan masyarakat setempat.