Abdul Mu’ti Sebut Pancasila Memiliki Spirit Qur’ani
TVMU.TV - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen RI), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa nilai-nilai dasar tauhid memiliki korelasi kuat dengan dokumen fundamental negara, termasuk Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat menyampaikan materi dalam Pengajian Ramadan 1447 Hijriah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ahad (22/2/2026).
Menurut Mu’ti, sejumlah rumusan dalam dokumen negara sejatinya mencerminkan nilai tauhid. Ia mencontohkan alinea pertama Pembukaan UUD 1945 yang menegaskan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.
“Jika manusia bertauhid, maka ia tidak akan menindas manusia lainnya. Sebab keduanya memiliki kedudukan yang sama sebagai ciptaan Allah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tauhid melahirkan kesadaran kesetaraan dan menolak segala bentuk penindasan. Dalam perspektif tersebut, nilai kemanusiaan dan keadilan yang tertuang dalam konstitusi Indonesia sejalan dengan prinsip keimanan.
Mu’ti juga menekankan bahwa tauhid mendorong manusia keluar dari sikap egoistis. Spirit ketuhanan, katanya, menumbuhkan orientasi kolektif untuk membangun kesejahteraan bersama.
“Kalau manusia itu bertauhid, dia tidak ingin bahagia sendirian, tapi ingin bahagia bersama. Istilah populernya, berbagi masa depan gemilang,” tuturnya.
Ia mengaitkan nilai tauhid dengan sila-sila dalam Pancasila, khususnya sila “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” serta “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Menurutnya, tauhid yang dimaknai sebagai unity of the purpose of life akan terejawantah dalam semangat gotong royong dan tolong-menolong demi terwujudnya keadilan sosial yang konkret.
“Ekspresinya adalah keinginan kuat kita bersama untuk saling berusaha dan saling tolong-menolong agar tercipta keadilan sosial dalam kehidupan yang konkret,” jelasnya.
Atas dasar itu, Mu’ti menyimpulkan bahwa Pembukaan UUD 1945 dan Pancasila memiliki spirit Qur’ani dan nilai-nilai Islami yang selaras dengan ajaran tauhid.
“Di sinilah, ketika di Muktamar kita dengan sangat tegas menyebut Negara Pancasila sebagai Darul Ahdi wasy-Syahada,” tegasnya.