Agung Danarto: Tauhid Murni Harus Diterjemahkan dalam Integritas, Literasi, dan Karya Nyata
TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Agung Danarto, menegaskan bahwa tauhid murni bagi warga Muhammadiyah bukan sekadar keyakinan abstrak atau hafalan sifat Allah semata, melainkan pondasi yang harus diterjemahkan ke dalam karakter dan aksi nyata untuk kemajuan umat.
Pernyataan ini disampaikannya di Universitas Muhammadiyah Makassar, Sabtu (7/2).
“Sehingga tauhid yang dikembangkan oleh Nabi Muhammad yaitu keyakinan, kepercayaan, bukan hanya sekadar menghafalkan Allah wujud, kidam, baqa, dan lain sebagainya. Bukan hanya aspek itu,” ungkap Agung.
Agung menjelaskan bahwa tauhid murni harus melahirkan motivasi berjuang dan diwujudkan dalam kerja-kerja konkret, termasuk mendirikan dan mengelola Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Ia kemudian memaparkan lima karakter utama yang ditumbuhkan oleh tauhid murni.
Pertama, integritas dan kejujuran. Tauhid harus menumbuhkan sifat yang cenderung pada kebaikan, keadilan, dan tidak menyimpang dari fakta.
Kedua, semangat literasi dan belajar (iqra’). Menurutnya, budaya baca, riset, dan inovasi adalah fondasi fundamental untuk membangun peradaban yang kokoh.
Ketiga, persaudaraan universal. Agung menekankan pentingnya menghilangkan sekat sosial dan primordialisme. “Semuanya adalah saudara, tidak perlu kemudian saling mengece, saling mencemooh, tapi saling mendukung untuk maju bersama. Itu arahnya persaudaraan universal,” tuturnya.
Keempat, kerja keras dan kemandirian. Ini adalah etos yang ditanamkan Nabi Muhammad dan harus menjadi jiwa setiap warga Muhammadiyah.
Kelima, keadilan sosial. Tauhid mendorong terciptanya keadilan bagi semua tanpa terkecuali, di mana kebencian tidak boleh menjadi alasan untuk berlaku tidak adil.
Melalui penjelasan ini, Agung Danarto menekankan bahwa pemahaman tauhid dalam Muhammadiyah adalah konsep yang hidup, aplikatif, dan menjadi sumber inspirasi bagi seluruh gerakan dan karya nyata Persyarikatan.