Perempuan Muda Harus Jadi Penggerak Hadapi Krisis Iklim dan Ketimpangan Sosial

Perempuan Muda Harus Jadi Penggerak Hadapi Krisis Iklim dan Ketimpangan Sosial
Sekretaris LHKI PP Muhammadiyah, Yayah Khisbiyah dalam Seminar Internasional bertajuk From Grassroots to Policy: Young Women’s Leadership in Advancing Ecolivelihood for Sustainable and Just Societies PP Nasyiatul Aisyiyah, Sabtu (16/5/2026). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Sekretaris Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional (LHKI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Yayah Khisbiyah, menegaskan perempuan muda harus mengambil peran strategis dalam menghadapi berbagai krisis global yang saling berkaitan, mulai dari perubahan iklim, kerusakan lingkungan, ketimpangan sosial, hingga konflik kemanusiaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Yayah dalam Seminar Internasional bertajuk From Grassroots to Policy: Young Women’s Leadership in Advancing Ecolivelihood for Sustainable and Just Societies yang digelar PP Nasyiatul Aisyiyah, Sabtu (16/5/2026).

Menurut Yayah, tantangan global saat ini tidak dapat diselesaikan secara parsial karena seluruh persoalan saling berkaitan satu sama lain.

“Krisis-krisis yang dihadapi dunia saat ini tidak berdiri sendiri, tetapi saling terhubung. Karena itu, respons yang kita bangun juga harus saling terhubung,” ujarnya.

Ia menjelaskan, konsep ecolivelihood bukan sekadar berbicara mengenai pelestarian lingkungan, tetapi juga menyangkut pembangunan yang menempatkan hubungan manusia dengan alam, keadilan sosial, dan martabat kemanusiaan sebagai fondasi utama.

Yayah menilai kader muda Nasyiatul Aisyiyah telah menunjukkan praktik kepemimpinan nyata melalui berbagai gerakan sosial dan lingkungan di tingkat akar rumput. Beberapa program seperti Green Nasyiah dan Eco Bhineka dinilai berhasil mengintegrasikan kepedulian ekologis dengan solidaritas sosial serta kolaborasi lintas agama.

“Kolaborasi lintas agama menjadi kebutuhan penting di tengah dunia global yang kosmopolitan. Langkah-langkah kecil yang dilakukan akan sangat bermakna. Ketika kita mengubah satu kehidupan menjadi lebih baik dan lebih adil, sesungguhnya kita sedang mengubah dunia,” katanya.

Dalam forum tersebut, Yayah juga menegaskan pentingnya memperluas sinergi antara PP Nasyiatul Aisyiyah dan LHKI PP Muhammadiyah untuk memperkuat gerakan perempuan muda berkemajuan di tingkat nasional maupun internasional.

Menurutnya, gerakan perempuan muda Muhammadiyah memiliki posisi penting dalam mendorong pembangunan berkelanjutan yang berkeadilan dan berpihak pada kemanusiaan.

“Dengan usia Nasyiatul Aisyiyah yang telah menginjak 95 tahun, semoga seminar ini dapat memperkuat kolaborasi dan gerakan perempuan muda dalam membangun masa depan yang berkeadilan dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Seminar internasional tersebut diikuti aktivis perempuan muda, akademisi, dan pegiat sosial dari berbagai daerah sebagai ruang penguatan kepemimpinan perempuan dalam isu lingkungan, sosial, dan pembangunan berkelanjutan.