Lazismu Tegaskan Kurban Bukan Sekadar Ritual, tetapi Wujud Solidaritas Sosial

Lazismu Tegaskan Kurban Bukan Sekadar Ritual, tetapi Wujud Solidaritas Sosial
Ketua Badan Pengurus Pusat Lazismu, Ahmad Imam Mujadid Rais dalam diskusi Ziska Talk Spesial Qurban yang diselenggarakan Lazismu secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (12/5/2026). Foto: Tangkap layar YouTube tvMu Channel.

TVMU.TV - Ketua Badan Pengurus Pusat Lazismu, Ahmad Imam Mujadid Rais, menegaskan bahwa ibadah kurban tidak hanya bermakna ritual keagamaan, tetapi juga menjadi sarana membangun ketakwaan sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Rais dalam diskusi Ziska Talk Spesial Qurban yang diselenggarakan Lazismu secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (12/5/2026).

Menurut Rais, Idulfitri dan Iduladha merupakan dua momentum besar umat Islam yang sama-sama membawa pesan ketakwaan kepada Allah. Karena itu, seluruh bentuk ibadah, termasuk kurban dan puasa, sejatinya bermuara pada kesadaran spiritual dan kepatuhan kepada Allah SWT.

“Semua muaranya, semua qurban kita, kuasa kita, itu merujuk pada ketaqwaan atau kesadaran akan Allah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, semangat ketakwaan tersebut juga menjadi landasan fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Pimpinan Pusat Muhammadiyah terkait penyembelihan hewan dam di Tanah Air. Menurutnya, kebijakan itu tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga membawa misi sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Maka ketika kemudian Majelis Tarjih memfatwakan adanya fatwa penyembelihan hewan dam di tanah air, semangatnya sesungguhnya adalah membangun solidaritas sosial untuk masyarakat kita yang kurang beruntung di tanah air, terutama di kawasan 3T, kemudian juga yang masih mengalami isu-isu stunting,” katanya.

Rais menilai semangat berbagi dan pengorbanan dalam ibadah kurban memiliki kaitan erat dengan tingkat kebahagiaan sosial masyarakat. Salah satu indikator kebahagiaan, menurutnya, dapat dilihat dari tingginya rasa kepedulian dan solidaritas antarsesama.

“Ketika berbicara tentang membahagiakan sesama, kita melihat bagaimana banyak sekali indeks-indeks yang berbicara tentang indeks kebahagiaan, yang salah satu indikatornya adalah bagaimana pengabdian, pengorbanan, atau solidaritas sosial sesama kita di masyarakat,” ungkapnya.

Melalui Program Kurban 1447 Hijriah bertema “Qurbanmu Bahagiakan Sesama”, Lazismu mendorong agar ibadah kurban mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas, khususnya bagi masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Maka melalui qurbanmu tahun ini, dan kemudian juga dengan dam yang diinisiasi oleh Tarjih, kemudian digawangi oleh RPHU Lazismu dan juga MPM, mudah-mudahan kita bisa mewujudkan pesan-pesan solidaritas sosial dan gotong royong untuk saling membahagiakan sesama kita,” pungkasnya.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya Lazismu dalam memperkuat nilai gotong royong, kepedulian sosial, serta distribusi manfaat kurban agar lebih merata dan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah Indonesia.