Agus Taufiqurrahman Tekankan Pentingnya Silaturahmi Langsung di Era Digital

Agus Taufiqurrahman Tekankan Pentingnya Silaturahmi Langsung di Era Digital
Ketua PP Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqurrahman/ Foto: Medkom PP Muhammadiyah.

TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqurrahman, menegaskan pentingnya silaturahmi secara langsung dalam membangun kehidupan yang harmonis, sehat, dan penuh keberkahan.

Hal itu disampaikan dalam agenda Halal Bihalal dan pelepasan calon jemaah haji keluarga besar Universitas Islam Indonesia (UII) 1447 H pada Selasa (31/3).

Menurut Agus, silaturahmi tidak hanya memiliki nilai religius, tetapi juga didukung oleh temuan ilmiah yang menunjukkan dampak positif terhadap kesehatan dan usia harapan hidup.

“Sekalipun saat Idul Fitri kemarin di grup WA kita sudah menyampaikan permohonan maaf, tapi alangkah baiknya jika diusahakan untuk tetap bertatap muka (bertemu langsung),” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam ajaran Islam, silaturahmi menjadi salah satu amalan utama. Hal ini merujuk pada hadis riwayat Bukhari yang menyebutkan bahwa siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaknya menyambung silaturahmi.

Lebih lanjut, Agus mengaitkan ajaran tersebut dengan sejumlah riset ilmiah. Ia mengutip penelitian psikolog Kanada, Susan Pinker, yang menemukan bahwa masyarakat di Sardinia, Italia, memiliki angka harapan hidup tinggi karena kuatnya interaksi sosial secara langsung.

“Seringnya kebiasaan face to face antar sesama warga ini menjadi faktor dominan mengapa angka harapan hidup menjadi tinggi,” jelasnya.

Selain itu, ia juga merujuk penelitian neurolog dan studi panjang yang dilakukan oleh psikiater Harvard, Robert Waldinger, yang menyimpulkan bahwa hubungan sosial yang baik menjadi salah satu faktor utama kebahagiaan dan umur panjang, selain pola pikir positif.

“Ini terbukti betul bahwa Nabi bahkan sudah memberi isyarat 14 abad yang lalu, dan pasti kebenarannya. Dengan penyampaian data dari ilmuwan itu, harusnya dapat semakin menguatkan kita untuk silaturahmi,” ucapnya.

Agus menambahkan, di tengah perkembangan teknologi dan komunikasi digital, interaksi langsung tetap memiliki peran penting yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh komunikasi virtual.

Ia pun mengajak masyarakat untuk menjadikan silaturahmi sebagai kebiasaan yang terus dijaga, tidak hanya pada momen Idulfitri, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

“Maka di sinilah relevansi Idul Fitri, menjadi ruang memperkuat jangkar silaturahmi, hubungan kekeluargaan untuk menciptakan kehidupan kian harmoni,” pungkasnya.

Kegiatan halal bihalal tersebut juga menjadi momentum mempererat hubungan antarsivitas akademika sekaligus menguatkan nilai-nilai kebersamaan dalam menyambut keberangkatan calon jemaah haji.