Hamim Ilyas Tutup Usia, Muhammadiyah Kehilangan Cendekiawan Penggagas Tauhid Rahamutiyah

Hamim Ilyas Tutup Usia, Muhammadiyah Kehilangan Cendekiawan Penggagas Tauhid Rahamutiyah
Keluarga besar Muhammadiyah berduka atas wafatnya Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Prof Hamim Ilyas, Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 01.40 WIB di RSA UGM, Yogyakarta. Foto: tvMu.

TVMU.TV - Keluarga besar Muhammadiyah berduka atas wafatnya Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Hamim Ilyas, Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 01.40 WIB di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM), Yogyakarta.

Almarhum sebelumnya menjalani perawatan intensif selama kurang lebih 10 hari. Setelah sempat pulang, kondisi kesehatannya kembali menurun dan dirawat kembali sejak Rabu (20/5/2026).

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan Muhammadiyah kehilangan sosok ulama, intelektual, dan cendekiawan Muslim yang dikenal memiliki pribadi alim, teduh, serta rendah hati.

Menurut Haedar, almarhum memiliki kontribusi besar dalam pengembangan pemikiran Islam Berkemajuan di Muhammadiyah, khususnya melalui gagasan Tauhid Rahamutiyah.

“Gagasan yang dipopulerkan Prof. Hamim Ilyas tersebut menempatkan kasih sayang transformatif sebagai inti keimanan dan amal saleh,” jelas Haedar, Sabtu (23/5).

Konsep Tauhid Rahamutiyah yang dikembangkan Prof Hamim Ilyas menekankan bahwa sifat dasar Allah Swt. adalah rahmah atau kasih sayang. Dalam pandangan tersebut, seluruh syariat dan ciptaan Allah diarahkan untuk menghadirkan kemaslahatan, keadilan sosial, perdamaian, dan kesejahteraan umat manusia.

Karena itu, menurut Haedar, ajaran Islam tidak cukup berhenti pada aspek ritual dan konseptual, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang membawa manfaat bagi kehidupan sosial.

“Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum. Semoga Allah Swt menerima seluruh amal ibadahnya, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkannya di jannatun na’im,” ucap Haedar.

Haedar juga mengungkapkan dirinya sempat menjenguk almarhum bersama Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta dan Gamping pada Kamis (21/5/2026). Saat itu, kondisi Prof Hamim Ilyas disebut sudah tidak memungkinkan untuk berkomunikasi secara langsung.

“Semua sudah berikhtiar, tetapi Allah telah menentukan ajalnya. Kita mesti melepas beliau dengan ikhlas,” pungkasnya.

Selain dikenal sebagai ulama dan akademisi, Prof Hamim Ilyas juga aktif mengembangkan pemikiran keislaman moderat dan progresif di lingkungan Muhammadiyah. Kiprahnya di Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah menjadikan almarhum sebagai salah satu tokoh penting dalam pengembangan fatwa dan pemikiran Islam kontemporer di Indonesia.

Muhammadiyah turut mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan kesabaran dalam menghadapi musibah tersebut.