Bambang Setiaji Sebut Sektor Informal Jadi Jantung Perekonomian Indonesia
TVMU.TV - Ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Bambang Setiaji menyoroti vitalnya peran sektor informal dalam perekonomian Indonesia.
Dalam keterangan tertulisnya, Senin (3/11), Bambang mengungkapkan bahwa sekitar 82 juta masyarakat Indonesia atau 60% tenaga kerja bergantung pada sektor informal.
"Sekitar 60 persen atau 82 juta masyarakat bekerja terkait dengan sektor informal, baik sebagai pengusaha, pekerja keluarga tidak dibayar, maupun pekerja dibayar tetapi juga secara informal, tanpa kontrak, tanpa jaminan tambahan," tulis Bambang.
Guru Besar Ekonomi Bidang Tenaga Kerja ini memaparkan komposisi pekerja informal yaitu 30 persen sebagai pengusaha, 25 persen sebagai anggota keluarga, dan 45 persen sebagai pekerja yang dibayar.
Menurut Bambang, sektor informal menjadi "pintu darurat" ketika lapangan kerja formal suram. Namun, perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi sektor informal yang kini mengadopsi manajemen modern untuk menjaga mutu.
Bambang mendesak pemerintah hadir secara komprehensif sebagai regulator.
"Negara jangan hanya datang menagih pajak, tetapi datang bersama 'bintang' yang menjamin kualitas dan menjamin sebagai Perusahaan yang 'trusted'," tegasnya.
Ia menekankan pentingnya perlindungan konsumen, pekerja, dan kualitas produk di samping aspek perpajakan.
Dengan dukungan yang tepat, sektor informal yang menjadi jantung ekonomi Indonesia dapat berkontribusi lebih optimal bagi kesejahteraan masyarakat.