Empat Etos Ciri Khas Tafsir At-Tanwir

Ketua PP Muhammadiyah, Syamsul Anwar mengungkapkan setidaknya ada empat etos yang menjadi ciri khas Tafsir At-Tanwir yaitu etos ibadah, etos ilmu, etos ekonomi, dan etos sosial.

Empat Etos Ciri Khas Tafsir At-Tanwir
Ilustrasi/ Foto: muhammadiyah.or.id.

TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Syamsul Anwar mengungkapkan setidaknya ada empat etos yang menjadi ciri khas Tafsir At-Tanwir yaitu etos ibadah, etos ilmu, etos ekonomi, dan etos sosial.

Lebih lanjut, ia menjelaskan etos ekonomi muncul sebagai pembeda yang menarik perhatian. Syamsul menambahkan, konsep etos ekonomi dalam Islam berakar pada Al-Qur’an.

Guru Besar Hukum Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga ini menyampaikan salah satu dasar yang digunakan adalah surat At-Taubah ayat 105, yang berbunyi: “Bekerjalah kamu sekalian, maka Allah akan melihat pekerjaanmu.”

Dikatakan Syamsul, ayat ini menegaskan bahwa bekerja merupakan bagian penting dari eksistensi manusia. Selain menghasilkan rezeki yang halal, bekerja juga memberi pengakuan sosial atas prestasi yang telah diraih.

“Karena itu, setiap orang mesti membuat lapangan pekerjaan, agar dengan bekerja mereka dianggap eksis. Mereka yang tidak bekerja, akan dianggap seolah-olah tidak ada,” jelasnya.

Selain itu, Syamsul menjelaskan bahwa dalam Islam, bekerja dikenal dengan istilah amal. Namun, kata amal sering disalahartikan dalam konteks sehari-hari. Banyak orang mengidentikkan amal hanya dengan aktivitas sedekah atau infak. Padahal, dalam bahasa Arab, amal mencakup segala bentuk aktivitas profesional, seperti menjadi dokter, driver online, pengacara, guru, dosen, atau pekerjaan lainnya.

Selanjutnya, Syamsul menekankan pentingnya umat Islam untuk terus bergerak dan tidak stagnan. Aktivitas bekerja bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk tanggung jawab yang diawasi oleh Allah.

Berdasarkan ajaran Islam, keberadaan pengawasan ilahi ini menjadi pengingat bahwa setiap pekerjaan harus dilaksanakan dengan integritas.

“Allah akan selalu mengawasi apa yang kita kerjakan. Karena itu, dalam bekerja baiknya kita selalu berharap akan lindungan Allah agar tidak masuk dalam perkara-perkara yang dilarang dalam agama,” ujar Syamsul.

Menurut Syamsul, etos ekonomi dalam Tafsir At-Tanwir tidak hanya menggambarkan pentingnya bekerja, tetapi juga menyerukan nilai-nilai kerja yang sejalan dengan ajaran Islam.

Dalam konteks yang lebih luas, lanjut dia, konsep ini mengajak umat Islam untuk berkontribusi membangun peradaban melalui kerja keras, inovasi, dan etos kerja yang bermartabat.

Saksikan Dialektika tvMu 'Berantas Korupsi Tanpa Retorika'