FKIP UM Gresik Perluas Jejak Internasional Lewat PLP, Literasi Migran, dan Kolaborasi Pendidikan di Malaysia
TVMU.TV - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik) menegaskan komitmennya dalam memperluas peran pendidikan di tingkat internasional melalui serangkaian program strategis yang dilaksanakan di Malaysia.
Program tersebut mencakup penguatan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Internasional, penguatan literasi dan numerasi bagi anak pekerja migran Indonesia, serta pengembangan kolaborasi KKN–PPL Internasional bersama Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) dan PCIA Malaysia.
Salah satu agenda utama diwujudkan melalui diskusi teknis antara FKIP UM Gresik dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) terkait rencana pengiriman mahasiswa dalam program PLP Internasional. Pembahasan mencakup mekanisme penempatan mahasiswa, sistem pendampingan, serta penyesuaian kebutuhan akademik dengan konteks sekolah Indonesia di luar negeri.
Rombongan FKIP UM Gresik dipimpin langsung oleh Dekan FKIP, Dr. Nur Fauziyah, M.Pd., didampingi Ismail Marzuki, M.Pd. selaku Ketua Program Studi PPG, Iqnatia Alfiansyah, M.Pd. selaku Ketua Program Studi PGSD, serta jajaran dosen dan staf FKIP. Dari pihak SIKL, rombongan diterima oleh Dr. Haidir.
Dr. Nur Fauziyah menegaskan bahwa PLP Internasional menjadi langkah strategis dalam membekali mahasiswa dengan pengalaman global.
“Kami ingin mahasiswa FKIP UM Gresik memiliki pengalaman nyata di sekolah Indonesia luar negeri, sekaligus mampu beradaptasi dengan budaya dan sistem pembelajaran yang lebih luas,” ujarnya.
Selain agenda akademik, FKIP UM Gresik juga melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat berupa penguatan literasi dan numerasi dasar bagi anak-anak pekerja migran Indonesia di Sanggar Bimbingan Al Amin Sentul, Malaysia. Program ini difokuskan pada peningkatan kemampuan dasar anak-anak sebagai bekal keberlanjutan pendidikan mereka.
Pada sesi numerasi, Dr. Irwani Zawawi, M.Kes., memberikan pembelajaran berhitung cepat melalui metode latihan bertahap dan permainan edukatif. Sementara penguatan literasi dipandu oleh Nourma Yunita, M.Pd., dengan pendekatan membaca dan menulis secara interaktif.
Dekan FKIP UM Gresik menekankan pentingnya literasi dan numerasi sebagai fondasi masa depan anak-anak pekerja migran.
“Anak-anak pekerja migran harus tetap mendapatkan pembinaan akademik yang kuat. Literasi dan numerasi adalah bekal utama untuk masa depan mereka,” tegasnya.
Shohenuddin, M.Ed., menambahkan bahwa pendampingan langsung tersebut memberikan dampak positif terhadap kepercayaan diri dan semangat belajar anak-anak.
Rangkaian kegiatan internasional ini juga diperkuat melalui diskusi bersama PCIM Malaysia terkait rencana pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Internasional yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026.
Pertemuan yang digelar di Rumah Hamka Malaysia (Ruhama), Gombak, Selangor, tersebut membahas skema penempatan mahasiswa, desain program pengabdian, serta pola pendampingan lapangan yang berorientasi pada dampak berkelanjutan.
“KKN dan PPL Internasional bukan hanya sarana pembelajaran mahasiswa, tetapi juga bentuk kontribusi nyata FKIP UM Gresik bagi komunitas diaspora Indonesia di Malaysia,” ungkap Dr. Nur Fauziyah.
Ketua PCIM Malaysia, H. Fauzi, menyampaikan dukungan penuh serta kesiapan PCIM untuk mendampingi dan mengoordinasikan pelaksanaan program di lapangan. Dalam kunjungan tersebut, rombongan FKIP UM Gresik juga mendapat sambutan hangat dari PCIM–PCIA Malaysia dalam suasana penuh keakraban dan semangat persyarikatan.
Selain pendidikan dan pengabdian, FKIP UM Gresik juga meninjau praktik kewirausahaan komunitas Muhammadiyah melalui kunjungan ke Wasolamu (Warung Soto Lamongan Muhammadiyah) di Kampung Baru, Kuala Lumpur. Wasolamu dinilai sebagai contoh kemandirian ekonomi komunitas yang mampu menopang aktivitas sosial, pendidikan, dan dakwah persyarikatan di luar negeri.
“Praktik kewirausahaan seperti Wasolamu menjadi pembelajaran berharga bagi mahasiswa, bahwa kemandirian ekonomi dapat berjalan seiring dengan nilai kemanfaatan dan pemberdayaan,” ujar Dr. Nur Fauziyah.
H. Fauzi menegaskan bahwa Wasolamu hadir sebagai ikhtiar ekonomi Muhammadiyah berbasis kebersamaan yang diharapkan dapat terus bersinergi dengan program pendidikan dan pengabdian FKIP UM Gresik.
Melalui rangkaian kegiatan ini, FKIP Universitas Muhammadiyah Gresik menunjukkan peran aktif sebagai institusi pendidikan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi global dengan menghadirkan aksi nyata pendidikan dan pengabdian yang melampaui batas negara.