Fokal IMM Bali Perkuat Nasionalisme dan Solidaritas Melalui Buka Puasa dan Santunan Ramadan

Fokal IMM Bali Perkuat Nasionalisme dan Solidaritas Melalui Buka Puasa dan Santunan Ramadan
Ketua Fokal IMM Bali, Miftah Nurrahman/ Foto: tvMu.

TVMU.TV - Pimpinan Wilayah Forum Keluarga Alumni (Fokal) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bali menggelar kegiatan buka puasa bersama dan pentasyarufan Kado Ramadan bagi anak yatim di Kampus ITB STIKOM Bali, Denpasar, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Meneguhkan Spirit Nasionalisme demi Stabilitas dan Keadilan Sosial”.

Acara yang diikuti sekitar 500 peserta tersebut menjadi ajang penguatan solidaritas sosial sekaligus peneguhan nilai kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat Bali. Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya anggota Kompolnas RI Yusuf Warsyim, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, serta Rektor ITB STIKOM Bali Dadang Hermawan, bersama jajaran Pimpinan Wilayah dan Daerah Muhammadiyah se-Bali.

Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, mengapresiasi inisiatif IMM Bali yang dinilai mampu membangun kolaborasi antara organisasi kepemudaan dan pemerintah dalam mengatasi persoalan sosial.

Ia menegaskan dukungan terhadap program tersebut sebagai langkah penting dalam menjaga stabilitas sosial di daerah.

Sementara itu, Yusuf Warsyim menilai kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana memperkuat ideologi kebangsaan melalui nilai-nilai keagamaan.

“Meneguhkan spirit nasionalisme demi stabilitas dan keadilan sosial… apa yang dilakukan Fokal IMM berkolaborasi dengan pemerintah dan Lazismu ini adalah bukti nyata bahwa nilai agama dan nasionalisme itu satu tarikan nafas. Membantu sesama adalah cara terbaik menjaga stabilitas bangsa,” ujarnya.

Ketua Fokal IMM Bali, Miftah Nurrahman, menjelaskan kegiatan ini bertujuan mempererat persatuan di tengah masyarakat Bali yang multietnis, multibahasa, dan multiagama.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini melibatkan Lazismu sebagai mitra dalam penyaluran zakat, infak, dan sedekah dari muzaki kepada mustahik sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya IMM Bali menghadirkan Ramadan sebagai momentum memperkuat kohesi sosial, kepedulian kemanusiaan, serta semangat kebangsaan di tengah masyarakat yang beragam.

Melalui kolaborasi lintas sektor, program ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi penguatan solidaritas sosial dan stabilitas nasional.