Hadiri Tabligh Akbar di Surabaya, Muhadjir Effendy Napak Tilas Jejak Bung Karno dan Kiai Dahlan

Hadiri Tabligh Akbar di Surabaya, Muhadjir Effendy Napak Tilas Jejak Bung Karno dan Kiai Dahlan
Ketua PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A./ Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sukolilo, Kota Surabaya, menggelar Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Milad ke-114 Muhammadiyah yang dihadiri langsung oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.

Dalam perhelatan keagamaan yang dipadati ratusan warga dan simpatisan Persyarikatan tersebut, Muhadjir mengulas kembali rekam jejak sejarah perjumpaan Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno (Bung Karno), dengan pendiri Muhammadiyah, Kiai Haji Ahmad Dahlan, di Kota Pahlawan.

Muhadjir menceritakan bahwa interaksi awal Bung Karno dengan Kiai Dahlan terjadi di kediaman pahlawan nasional H.O.S. Tjokroaminoto di Surabaya, tempat Kiai Dahlan kerap menginap dan menyampaikan gagasan Islam Berkemajuan setiap kali bertandang ke Jawa Timur.

“Jadi Surabaya ini bukan hanya kota pahlawan, tapi sebenarnya kota inspirasi politik itu di sini,” ujar Muhadjir Effendy di Surabaya.

Ia memaparkan bahwa di kediaman Pak Tjokro tersebut, Bung Karno muda berdiskusi serta menyerap pemikiran keislaman Kiai Dahlan bersama tokoh-tokoh muda lain seperti Semaun dan Kartosoewirjo, yang kelak menjadi figur penentu dalam dinamika sejarah Indonesia.

Berangkat dari rekam jejak tersebut, mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) ini memotivasi seluruh elemen Muhammadiyah dan 'Aisyiyah di Surabaya untuk terus menggali inspirasi perjuangan para tokoh bangsa dalam merekatkan nilai keislaman dan kebangsaan.

Lebih lanjut, Muhadjir mengaitkan etos perjuangan warga Muhammadiyah dengan filosofi lirik lagu "Sang Surya". Ia menegaskan bahwa kader Muhammadiyah dituntut memiliki etos kedisiplinan tinggi yang dimulai sejak fajar menyingsing.

“Jadi orang Muhammadiyah itu bangunnya waktu subuh. Ketika fajar muncul baru bangkit. Peraduan itu tempat tidur,” katanya.

Ia menambahkan, kualitas spiritual dan daya hidup seorang kader Persyarikatan akan semakin kokoh apabila kebiasaan bangun subuh tersebut didahului dengan ibadah shalat tahajud pada sepertiga malam.

Melalui Tabligh Akbar Milad ke-114 Muhammadiyah di PCM Sukolilo ini, Muhadjir berharap warga Muhammadiyah Kota Surabaya mampu menjaga spiritualitas Islam Berkemajuan serta melestarikan semangat historis Surabaya sebagai rahim lahirnya gagasan-gagasan besar bagi kemajuan bangsa Indonesia.