Haedar Nashir Tegaskan Kemajuan Muhammadiyah Milik Semua Bangsa
TVMU.TV - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., menegaskan bahwa seluruh capaian dan kemajuan yang diraih oleh Persyarikatan Muhammadiyah diperuntukkan bagi kemaslahatan seluruh elemen bangsa Indonesia, khususnya masyarakat yang membutuhkan.
Pesan kebangsaan bernas tersebut disampaikan Haedar Nashir saat meresmikan gedung baru Rumah Sakit Islam (RSI) 'Aisyiyah Malang di Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (1/11/2026).
Haedar mengingatkan seluruh kader dan pengelola amal usaha agar tidak eksklusif, melainkan terus menebarkan kepedulian serta kepekaan sosial terhadap kondisi lingkungan sekitar.
“Pedulilah terhadap yang di bawahnya. Pedulilah terhadap kanan-kiri. Bahkan bukan hanya milik Muhammadiyah, juga milik masyarakat secara keseluruhan,” ungkap Haedar Nashir di Kota Malang, Minggu, 1 November 2026.
Haedar menjelaskan, kemajuan yang ditorehkan Muhammadiyah secara kolektif harus mampu menarik dan memajukan kualitas hidup masyarakat luas. Sebaliknya, keterbelakangan publik akan menjadi beban moral bagi Persyarikatan.
“Sebaliknya kalau masyarakat tertinggal, Muhammadiyah juga merasa itu beban yang tidak ringan. Karena kemajuan harus menjadi milik kita bersama,” tuturnya.
Dalam memperkuat fondasi berbangsa yang majemuk, ia mendorong dihidupkannya kembali semangat gotong royong dan kolaborasi antarelemen. Membangun Indonesia maju, lanjutnya, membutuhkan energi kolektif yang berkesinambungan.
“Di situlah Muhammadiyah harus hadir, menyebarluaskan ide-ide menyebarluaskan langkah-langkah kemajuan supaya menjadi milik bersama,” sambungnya.
Lebih lanjut, Guru Besar Sosiologi ini menyoroti hubungan antara etos kerja Islam dan daya hidup bangsa. Menurutnya, ritme ibadah shalat—khususnya shalat subuh yang melatih kedisiplinan sejak awal hari—seharusnya membentuk ekosistem masyarakat yang produktif dan beretos kerja tinggi.
Haedar merangkum empat pilar utama sebagai kunci memajukan Muhammadiyah sekaligus bangsa Indonesia, yakni keikhlasan, sifat amanah, kegemaran berbuat kebajikan, serta semangat ta'awun atau saling tolong-menolong.
