Hadiri Wisuda UMSU, Menteri LH Mohammad Jumhur Hidayat Serukan Gerakan Tobat Ekologi
TVMU.TV - Menteri Lingkungan Hidup (LH), Mohammad Jumhur Hidayat, menyerukan gerakan "tobat ekologi" nasional yang melibatkan sinergi masyarakat, pemerintah, korporasi, serta insan perguruan tinggi guna memperbaiki kerusakan alam dan merawat kelestarian bumi.
Seruan lingkungan tersebut disampaikan Jumhur Hidayat saat menyampaikan pidato kehormatan dalam prosesi Wisuda Periode II Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Tahun 2026 di Selecta Convention Hall, Medan, Sumatera Utara, pada Selasa, 27 Oktober 2026.
Jumhur menegaskan bahwa tobat ekologi harus berawal dari pengakuan jujur dan kesadaran kolektif bahwa seluruh entitas—mulai dari individu hingga pemangku kebijakan publik—pernah berkontribusi terhadap perusakan lingkungan.
“Setiap entitas, baik individu, komunitas, organisasi, pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, pasti pernah berbuat salah kepada bumi dan lingkungan,” ujar Jumhur Hidayat di Medan, Selasa, 27 Oktober 2026.
Mantan Kepala BNP2TKI ini menyoroti berbagai tindakan kelalaian keseharian, seperti pembuangan sampah sembarangan dan pemborosan energi, hingga belum optimalnya tata kelola sampah di tingkat pemerintah daerah serta lemahnya pengawasan regulasi di tingkat pusat. Menurutnya, tobat ekologi tidak boleh berhenti pada wacana pengakuan, melainkan wajib ditindaklanjuti dengan aksi aksi nyata restorasi lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Jumhur mendorong UMSU untuk memelopori gerakan tobat ekologi melalui penguatan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, khususnya riset dan pengabdian masyarakat yang berdampak langsung pada kebiasaan hidup ramah lingkungan.
“Kampus tidak hanya berperan melalui individu, tetapi juga dapat memperluas darma baktinya melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satunya pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.
Lebih jauh, Menteri LH memberikan apresiasi khusus terhadap inisiatif UMSU yang tengah mengembangkan kawasan UMSU Garden di areal kompleks Muktamar Muhammadiyah ke-49 di Desa Sampali, Kabupaten Deli Serdang. Kawasan hijau tersebut diproyeksikan menjadi laboratorium konservasi keanekaragaman hayati (biodiversity) guna mencegah risiko kepunahan spesies tanaman dan satwa endemik.
“Ke depan, UMSU Garden bisa menjadi bagian dari pengembangan keanekaragaman hayati. Kita harus memastikan biodiversitas tetap terpelihara, termasuk bekerja keras agar spesies yang mendekati kepunahan dapat terus berkembang,” pungkas Jumhur.
