Kemendikdasmen Gandeng 164 LPTK Cetak Guru Profesional Berkarakter Lewat PKS PPG 2026
TVMU.TV - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) resmi melaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Penyelenggaraan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Tahun 2026 bersama Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) penyelenggara. Agenda strategis yang dihadiri oleh 164 rektor, pimpinan LPTK, serta koordinator program studi PPG dari seluruh penjuru Indonesia ini digelar pada Kamis, 24 September 2026.
Langkah kolosal ini diambil guna memperkuat peran LPTK sebagai mitra utama pemerintah dalam mempersiapkan, mencetak, dan meningkatkan profesionalisme guru serta tenaga kependidikan secara merata di tanah air.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menegaskan dalam arahannya agar penyelenggaraan PPG tidak sekadar dipandang sebagai formalitas administratif demi kelulusan dan perolehan sertifikasi semata. Lebih dari itu, beliau mengajak seluruh lembaga penyelenggara untuk melahirkan tenaga pendidik yang berfungsi ganda, yakni sebagai agen pembelajaran (agent of learning) sekaligus agen peradaban (agent of civilization).
Menurutnya, esensi utama mengajar berpijak pada prinsip keteladanan, pembentukan karakter, serta keikhlasan mendidik yang mampu membakar semangat peserta didik.
“Guru yang bisa digugu dan ditiru, guru yang semua perkataannya adalah hikmah, yang semua perilakunya adalah teladan yang menginspirasi, itu yang bisa saya sebut teaching is inspiring, mengajar itu menginspirasi,” tutur Menteri Abdul Mu’ti.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa penandatanganan PKS ini merefleksikan komitmen bersama dalam penuntasan PPG bagi guru tertentu sekaligus penyiapan calon guru berkualitas. Kebijakan ini sekaligus menjadi wujud nyata sinergi lintas sektor atau partisipasi semesta antara pemerintah, LPTK, dan para pemangku kepentingan demi mewujudkan misi "Pendidikan Bermutu untuk Semua".
"Kami meyakini bahwa penandatanganan PKS hari ini adalah wujud nyata dari partisipasi semesta. Sinergi antara pemerintah, LPTK dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan yang bergerak bersama untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua anak Indonesia tanpa terkecuali," jelas Dirjen GTK Nunuk Suryani.
Kendati demikian, Dirjen Nunuk turut menyoroti tantangan krusial di lapangan, yakni belum meratanya sebaran institusi karena masih terdapat sejumlah provinsi yang belum memiliki LPTK penyelenggara. Menanggapi hal tersebut, Kemendikdasmen mendorong 164 LPTK mitra untuk berkontribusi aktif memenuhi disparitas kebutuhan guru, baik dari segi kuantitas, kompetensi, maupun peta distribusi daerah.
“Ke depan kita ingin agar penyelenggaraan PPG semakin berbasis pada kebutuhan nasional dan kebutuhan daerah. LPTK yang memiliki kapasitas dan rekam jejak yang baik akan kita dorong untuk mengambil peran lebih besar sesuai bidang studi yang dibutuhkan,” tutup Dirjen Nunuk.
