Haedar Nashir: Halal Bihalal Bukan Sekadar Tradisi, tetapi Penguat Keagamaan dan Kebersamaan
TVMU.TV - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa Halal Bihalal tidak sekadar tradisi tahunan, melainkan sarana strategis untuk meningkatkan kualitas keagamaan sekaligus memperkuat kebersamaan umat.
Hal itu disampaikan Haedar dalam acara Halal Bihalal dan Silaturahmi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah di Kabupaten Batang, Sabtu (11/4).
Menurut Haedar, esensi Halal Bihalal harus dimaknai lebih dalam sebagai momentum memperbaiki kualitas diri setelah Ramadan, yang berdampak luas bagi kehidupan sosial.
“Dari kualitas keberagamaan itu melahirkan dampak yang luas, yang mencerahkan, mencerdaskan, memajukan kehidupan umat, masyarakat, bangsa, dan lingkup kemanusiaan semesta,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peningkatan ketakwaan setelah Ramadan ditandai dengan tiga hal utama, yakni gemar berinfak, memiliki sikap yang menggembirakan atau tidak mudah marah, serta membuka hati untuk saling memaafkan.
Menurutnya, semangat berbagi melalui infak dan sedekah tidak hanya berdimensi ibadah, tetapi juga memiliki dampak sosial yang nyata dalam mengurangi kesenjangan di masyarakat.
“Maka kalau kita mau berbagi, saya pikir kesenjangan sosial itu akan bisa terpecahkan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Haedar juga mendorong agar semangat keagamaan tersebut diikuti dengan penguatan peran Muhammadiyah dalam pembangunan masyarakat melalui sinergi dengan pemerintah daerah.
Dorongan itu disambut oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Tafsir, yang menyampaikan rencana pembangunan rumah sakit Muhammadiyah di Kabupaten Batang dengan nilai investasi sekitar Rp98 miliar.
Sementara itu, Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, menyatakan dukungannya terhadap rencana tersebut. Ia menilai kehadiran rumah sakit Muhammadiyah akan membantu meningkatkan layanan kesehatan di daerah yang masih membutuhkan penambahan fasilitas.
“Harapannya nanti Muhammadiyah bisa 150 bed,…. Ke depan kita memberi bantuan minimal Rp. 500 juta,” katanya.
Kegiatan Halal Bihalal ini menjadi momentum reflektif sekaligus penguatan komitmen bersama antara Muhammadiyah dan pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang berkemajuan, baik dari sisi keagamaan maupun kesejahteraan sosial.