Haedar Nashir: Kesejahteraan Bangsa adalah Amanat Konstitusi yang Wajib Ditunaikan

Haedar Nashir: Kesejahteraan Bangsa adalah Amanat Konstitusi yang Wajib Ditunaikan
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dalam acara Milad ke-113 Muhammadiyah di UM Bandung, Selasa (18/11). Foto: Tangkap Layar YouTube tvMu Channel.

TVMU.TV - Dalam resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, Selasa (18/11), Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa memajukan kesejahteraan bangsa bukan sekadar slogan, melainkan mandat konstitusi yang harus diwujudkan oleh seluruh penyelenggara negara.

Dalam pidato utamanya, Haedar menjelaskan bahwa tema milad tahun ini, “Memajukan Kesejahteraan Bangsa,” dipilih sebagai bentuk penguatan kembali perintah UUD 1945 yang bersifat mengikat dan otoritatif.

“Dalam pikiran kami bahwa ikhtiar untuk membangun kesejahteraan bangsa sebagai implementasi dari perintah konstitusi, yakni memajukan kesejahteraan umum…bahwa perintah konstitusi itu bukan normatif yang sebenarnya punya kekuatan otoritatif yang kuat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kalimat-kalimat dalam Pembukaan UUD 1945 merupakan cerminan cita-cita dan perjuangan para pendiri bangsa. Karena itu, amanat tersebut tidak boleh berhenti hanya sebagai teks normatif, tetapi harus diterjemahkan dalam tindakan nyata.

Haedar menegaskan bahwa mewujudkan kesejahteraan adalah kewajiban konstitusional bagi seluruh aparatur negara, baik di tingkat pusat maupun daerah. Implementasinya, kata dia, harus hadir dalam kehidupan masyarakat melalui kebijakan dan program nyata, bukan hanya narasi yang beredar di ruang publik atau media sosial.

Menurut Haedar, kesejahteraan memiliki dua dimensi yang harus berjalan beriringan. Dimensi materi mencakup kemakmuran lahiriah, sementara dimensi non-materi meliputi relasi sosial, keamanan, dan makna hidup.

Meski Indonesia sering berada pada posisi tinggi dalam indeks kebahagiaan global yang menilai aspek non-materi, Haedar menegaskan bahwa aspek ekonomi tetap menjadi tantangan besar yang tidak boleh diabaikan.

Haedar menyerukan agar seluruh pemangku kepentingan mempercepat langkah pembangunan ekonomi untuk mengatasi ketimpangan sosial yang masih terjadi. Ia juga menyambut baik arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan penguatan ekonomi kerakyatan.

Program-program seperti Koperasi Desa Merah Putih, peningkatan UMKM, dan kedaulatan pangan harus dikawal secara serius agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menutup pidatonya, Haedar menyampaikan optimisme bahwa kesejahteraan nasional dapat terwujud apabila seluruh kekuatan negara dan masyarakat bekerja dengan sungguh-sungguh dalam menjalankan amanat konstitusi.