Majelis Tarjih dan Tajdid Soroti Fenomena LGBT dan Pentingnya Menjaga Fitrah Manusia
TVMU.TV - Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Asep Setiawan, menyoroti fenomena LGBT dan transgender dalam khutbah Jumat di Masjid KH Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Jumat (15/5).
Dalam khutbahnya, Asep menegaskan bahwa perilaku seksual menyimpang bertentangan dengan fitrah manusia sebagaimana diajarkan dalam Islam. Ia juga mengajak umat Islam memperkuat kepedulian sosial melalui amar makruf nahi mungkar.
Asep membuka khutbah dengan memaparkan data mengenai populasi LGBT di Indonesia. Ia mengutip data Kementerian Kesehatan RI tahun 2022 yang menyebut populasi LGBT mencapai sekitar 0,44 persen atau sekitar 1,1 juta jiwa.
“Ini tentu data yang cukup miris, data yang cukup memprihatinkan bagi kita warga negara Indonesia yang mayoritas muslim,” ujarnya.
Menurutnya, fenomena tersebut tidak terlepas dari upaya normalisasi perilaku LGBT yang sering dikaitkan dengan isu hak asasi manusia dan kebebasan individu. Namun, ia menekankan bahwa dalam ajaran Islam, manusia memiliki tanggung jawab moral terhadap tubuh dan kehidupannya sebagai amanah dari Allah SWT.
“Allah hanya menitipkan kepada kita dan di balik titipan itu ada amanah dan tanggung jawab yang akan Allah mintai pertanggungjawaban,” katanya.
Dalam penjelasannya, Asep mengutip sejumlah ayat Al-Qur’an, di antaranya Surah Al-Hujurat ayat 13 dan Surah An-Nisa ayat 1, yang menurutnya menegaskan penciptaan manusia dalam dua jenis kelamin, yakni laki-laki dan perempuan. Ia juga menyebut Surah Ali Imran ayat 14 terkait kecenderungan alami antara laki-laki dan perempuan.
Selain itu, Asep mengangkat kisah Nabi Luth AS dan kaum Sodom yang termuat dalam Surah Al-A’raf ayat 80–84 serta Surah Hud ayat 82 sebagai peringatan terhadap perilaku homoseksual.
Menurutnya, fenomena LGBT tidak boleh diabaikan begitu saja oleh masyarakat. Ia mengajak umat Islam untuk peduli terhadap lingkungan sosial dan menjalankan amar makruf nahi mungkar sesuai tuntunan agama.
“Mari kita perhatikan lingkungan sekitar kita. Sekiranya ada di lingkungan kita fenomena gejala LGBT ini, jangan kita diamkan,” tuturnya.
Asep juga menyinggung fenomena transgender dengan mengutip hadis riwayat Imam Bukhari dari sahabat Ibnu Abbas RA mengenai larangan laki-laki menyerupai perempuan dan perempuan menyerupai laki-laki. Menurutnya, hadis tersebut menjadi dasar larangan menyerupai lawan jenis dalam gaya hidup maupun penampilan.
Melalui khutbah tersebut, Asep mengajak jamaah untuk menjaga fitrah manusia sesuai ajaran Islam serta memperkuat kepedulian sosial terhadap berbagai persoalan moral di tengah masyarakat.