Haedar Nashir Minta Capres-Cawapres Tidak Jadikan Pemilu 2024 sebagai Pertempuran Politik

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir meminta pasangan capres-cawapres agar tidak menjadikan Pemilu 2024 sebagai pertempuran politik yang bisa mengoyak persatuan dan kesatuan bangsa.

Haedar Nashir Minta Capres-Cawapres Tidak Jadikan Pemilu 2024 sebagai Pertempuran Politik
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar memberikan pengantar dalam acara Dialog Terbuka PP Muhammadiyah Bersama Calon Pemimpin Bangsa di UM Surabaya, Jumat (24/11). Foto: Tangkap layar YouTube tvMu Channel.

TVMU.TV - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir meminta pasangan capres-cawapres agar tidak menjadikan Pemilu 2024 sebagai pertempuran politik yang bisa mengoyak persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kontestasi Pemilu seberapapun perbedaan politik dan pilihan politik tidak menjadi tempat pertempuran politik yang hidup mati, yang mengoyak persatuan bangsa. Sungguh rugi jika karena Pemilu kita pecah sebagai bangsa,” kata Haedar dalam acara dialog terbuka Muhammadiyah bersama calon pemimpin bangsa di UM Surabaya, Jumat (24/11/2023) secara daring.

Haedar pun menegaskan Pemilu dan kontestasi politik bukan menjadi tempat untuk meretakkan keutuhan bangsa. Dia juga berharap agar kontestasi Pemilu 2024 dilaksanakan dengan Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil.

“Kami harapkan bahwa kontestasi Pemilu 2024 dijaga bersama oleh kita semua termasuk oleh capres dan cawapres agar berjalan luber, jurdil, bermartabat, beretika, menjunjung tinggi kebenaran, kebaikan, kepatutan sekaligus juga kontestasi demokrasi yang tegak lurus di atas konstitusi dan segala peraturan yang berlaku, tidak ada penyimpangan serta dapat menjadi wahana mempersatukan bangsa,” ucapnya.

Selain itu, Haedar berharap agar para capres dan cawapres yang saat ini tengah ikut kontestasi selain menjalankan visi misi dan cita-cita konstitusi, juga dalam memimpin Indonesia kedepan benar-benar menjadi negarawan sejati.

“Bukan hanya sebagai kepala pemerintahan tetapi juga kepala negara yang berdiri tegas, tegak, tegak lurus di atas kepentingan diri, kroni, dinasti dan kepentingan-kepentingan sempit lainnya yang mengutamakan sebesar-besarnya kepentingan rakyat bangsa dan negara Republik Indonesia untuk dibawa menjadi negara yang berkemajuan dalam berbagai aspek secara nyata,” pesan Haedar.

Guru Besar dalam bidang Ilmu Sosiologi itu percaya, penghayatan terhadap sejarah visi misi dan cita-cita nasional sekaligus juga semangat untuk membawa Indonesia dengan jiwa kenegarawanan telah terpupuk dalam diri para calon pemimpin bangsa, termasuk untuk elite, dan warga bangsa.

Didukung oleh:

VIDEO: Dialog Terbuka Muhammadiyah Bersama Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka