Haedar Nashir Minta Perbankan Syariah Kejar Ketertinggalan dari Perbankan Konvensional

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir meminta institusi keagamaan Islam maupun perbankan syariah berijtihad mengejar ketertinggalan dari perbankan konvensional.

Haedar Nashir Minta Perbankan Syariah Kejar Ketertinggalan dari Perbankan Konvensional
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir/ Foto: tvMu.

TVMU.TV - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir meminta institusi keagamaan Islam maupun perbankan syariah berijtihad mengejar ketertinggalan dari perbankan konvensional.

Menurut dia, urusan ekonomi, politik, budaya, pendidikan, dan sebagainya yang masuk dalam urusan muamalah duniawiyah adalah urusan yang semuanya diperbolehkan, sampai adanya dalil yang melarang.

Oleh karena itu, Haedar meminta supaya peraturan jangan dibuat lebih banyak yang tidak bolehnya. Langkah strategis ini perlu diambil sebab saat ini institusi perbankan syariah sedang mengejar institusi lain yang maju lebih dahulu.

Disisi lain, jika institusi Islam terlalu banyak urusan yang dibuat rigid akan mengurangi fleksibilitas sehingga untuk dirinya gerak sendiri pun menjadi susah.

“Saya yakin dengan ijtihad seperti itu, institusi-institusi keislaman atau keagamaan di umat Islam akan lebih fleksibel, akomodatif, kemudian juga bersifat negotiable nya tinggi,” ungkap Haedar.

Dia berharap prinsip ini tak hanya diterapkan di perbankan syariah saja, melainkan juga di institusi-institusi keislaman lain sebagai wadah urusan muamalah duniawiyah.

“Ini bukan liberal menurut saya, tapi justru ini penerjemahan dari makna al ibahah (Al-Aslu fi al-Ashya’ al-Ibahah:semua perkara dan benda dianggap halal kecuali ada bukti yang jelas (dalil) yang menunjukkan sebaliknya),” katanya.

Haedar menilai ijtihad ini perlu dilakukan sebab saat ini institusi-institusi milik keagamaan Islam sedang mengejar ketertinggalan dari institusi yang lain.

VIDEO: Halalbihalal Pererat Silaturahmi dan Ukuwah Islamiyah