Haedar Nashir Minta Semua Pihak Introspeksi Soal Kasus Trans 7
TVMU.TV - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir menyerukan semua pihak untuk melakukan introspeksi dan menahan diri dalam menanggapi kasus Trans 7 yang melibatkan pondok pesantren.
Pernyataan ini disampaikan usai membuka Rakornas Rektor PTMA di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (16/10).
Menurut Haedar, kasus ini seharusnya menjadi momentum bagi media, lembaga keagamaan, dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas moral dan profesionalisme. Ia menekankan bahwa kebebasan berekspresi memiliki batas, yaitu moral, etika, dan tanggung jawab sosial.
"Kami harapkan juga media sosial harus cooling down kalau ada masalah. Jangan sampai istilahnya, kolamnya keruh tapi ikannya tidak dapat. Masalah selalu ada dalam kehidupan kebangsaan, tapi semuanya harus diselesaikan secara dewasa dan dalam koridor yang tepat," tegas Haedar di hadapan awak media.
Haedar juga menegaskan pentingnya menghormati kyai dan pesantren yang telah berjasa mencerdaskan umat dan menjaga moral bangsa. Menurutnya, penghormatan ini bukan menutup ruang kritik, tetapi menempatkannya dalam koridor yang santun dan membangun.
Di sisi lain, Haedar mengingatkan lembaga keagamaan untuk terus meningkatkan kualitas. "Kita juga, lembaga-lembaga kemasyarakatan dan keagamaan, harus terus meningkatkan kualitas agar memperoleh kepercayaan di masyarakat, sehingga bisa memberi sumbangan terbaik untuk bangsa dan negara," imbuhnya.
Seruan ini disampaikan Haedar sebagai bentuk keprihatinan sekaligus ajakan bagi semua pihak untuk menjaga keadaban publik dan persatuan bangsa di tengah beragamnya perspektif dalam masyarakat.