Haedar Nashir: Muhammadiyah Fokus Bangun Umat Berkualitas, Bukan Hanya Besar Jumlahnya

Haedar Nashir: Muhammadiyah Fokus Bangun Umat Berkualitas, Bukan Hanya Besar Jumlahnya
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dalam Rakornas BSI di Kabupaten Magelang, Kamis (22/1). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa konsistensi Muhammadiyah adalah membangun umat yang berkualitas, bukan sekadar mengejar kuantitas. Pernyataan ini disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Nasional Bank Syariah Indonesia (Rakornas BSI) di Kabupaten Magelang, Kamis (22/1).

Sebagai Guru Besar Sosiologi, Haedar mengkritik kecenderungan mentalitas yang lebih berbangga pada jumlah daripada kualitas.

“(Bahkan) tidak peduli umat kita masih tertinggal. Muhammadiyah tidak ingin itu, dan ada banyak problem mentalitas kita. Kita harus ubah,” ungkapnya.

Ia mengingatkan bahwa sejak awal Muhammadiyah telah berjuang memangkas berbagai ketimpangan, termasuk ekonomi, kesehatan, dan sosial. Itulah mengapa tema Milad ke-113 Muhammadiyah adalah "Memajukan Kesejahteraan Bangsa", yang mencakup kesejahteraan lahir dan batin.

Haedar menyoroti kondisi nyata umat Islam Indonesia.

"Ini tidak dalam rangka primordial, tapi kategorisasi untuk kita bangkit. Tapi kalau menyangkut seratus orang yang miskin, insyaallah 90 orang itu muslim. Ini rumus yang memang perlu menjadi agenda kita,” ungkapnya, menyatakan keprihatinan bahwa mayoritas penduduk miskin di Indonesia adalah muslim.

Oleh karena itu, ia mendorong perbankan, termasuk perbankan syariah, untuk memiliki konsentrasi tinggi dalam membangkitkan kesejahteraan yang merata. Menurutnya, dukungan perbankan harus diarahkan secara substantif kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penyerap tenaga kerja terbesar.

“Ini harus dibalik atau diseimbangkan. Saya yakin dalam konteks itu, keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia bisa kita wujudkan,” katanya, menanggapi ketimpangan ekonomi di mana 20% pengusaha menguasai 80% kekayaan.

Haedar juga merujuk pada Al-Qur'an Surah Ali Imran ayat 110, menekankan bahwa umat terbaik adalah yang unggul tidak hanya dalam ibadah dan akhlak, tetapi juga dalam muamalah duniawiyah (urusan sosial-ekonomi).

Dia menutup dengan pesan bahwa dalam perspektif muamalah, prinsipnya adalah banyak yang boleh kecuali ada dalil yang melarang, mengisyaratkan pentingnya inovasi dan terobosan ekonomi yang nyata.