Hilman Latief: Ramadan Momentum Strategis Perkuat Literasi Keuangan Syariah
TVMU.TV - Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Hilman Latief, menegaskan pentingnya penguatan literasi keuangan syariah sebagai bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat melalui program Ramadan Lazismu 1447 Hijriah.
Penegasan tersebut disampaikan Hilman saat menghadiri Kick Off Program Ramadan Lazismu bertema “Zakat Majukan Kesejahteraan Bangsa” yang digelar di Uhamka, Kamis (15/1).
Menurut Hilman, momentum Ramadan yang sarat dengan aktivitas keagamaan dan kajian publik harus dimanfaatkan secara lebih strategis, tidak hanya untuk mengajak masyarakat berzakat, berinfak, dan bersedekah, tetapi juga untuk meningkatkan pemahaman tentang sistem keuangan syariah secara menyeluruh.
“Tetapi juga kita isi dengan kajian-kajian yang terkait dengan literasi atau penguatan literasi keuangan syariah.Yang tidak hanya mencakup zakat, infak, sedekah, tentu itu literasi keuangan syariah yang nonperbankan. Tetapi kita juga mulai memperkenalkan kepada masyarakat tentang dunia keuangan syariah yang berbasis perbankan bahkan insurance,” ujar Hilman.
Hilman menilai rendahnya literasi keuangan syariah dapat menjadi penghambat berkembangnya ekosistem ekonomi Islam, termasuk perbankan dan asuransi syariah. Karena itu, Lazismu dinilai memiliki peran strategis dalam menjembatani edukasi keuangan syariah dengan praktik filantropi di tengah masyarakat.
Lebih jauh, Hilman menekankan bahwa Ramadan sejatinya bukan hanya momentum berbagi dalam bentuk angka donasi, tetapi juga ruang untuk mengembangkan pemberdayaan berbasis kapasitas dan kemandirian ekonomi umat.
Dalam konteks ini, Hilman mendorong Lazismu di seluruh Indonesia untuk mengembangkan pendekatan filantropi berbasis kewirausahaan atau philanthropy entrepreneurship.
Ia mencontohkan praktik yang telah berjalan melalui Pasar Ramadan Kauman dan Pasar Ramadan Jogokariyan, yang dinilai berhasil membangun ekosistem pemberdayaan ekonomi masyarakat secara nyata.
“Nah, inilah ekosistem yang kita bangun dan butuh perjuangan panjang, dan desain yang kuat ya, untuk ekosistem semacam itu,” jelasnya.
Selain itu, Hilman juga menyoroti meningkatnya kepedulian publik terhadap isu kemanusiaan, khususnya bencana di wilayah Sumatra. Ia mengingatkan bahwa tingginya antusiasme masyarakat untuk beramal selama Ramadan harus diiringi dengan tata kelola keuangan yang akuntabel dan bertanggung jawab.
“Harus hati-hati, efektif, efisien, kemudian programnya juga pas,” kata Hilman, menegaskan pentingnya pengelolaan dana yang disiplin di wilayah bencana.
Ia pun mendorong penguatan sinergi antara Lazismu dan Lembaga Pembinaan dan Pengawasan Keuangan (LPPK) PP Muhammadiyah agar distribusi bantuan berjalan tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan.
Melalui penguatan literasi keuangan syariah, filantropi berbasis pemberdayaan, serta tata kelola yang baik, Hilman berharap program-program Lazismu selama Ramadan 1447 Hijriah mampu menghadirkan dampak sosial yang lebih luas dan berkelanjutan bagi kesejahteraan bangsa.