Innalillahi, Wakil Ketua Majelis Diktilitbang Muhammad Samsudin Tutup Usia
TVMU.TV - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah kehilangan salah satu kader terbaiknya. Muhammad Samsudin, Wakil Ketua V Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah, wafat setelah sekian lama dikenal sebagai sosok yang tangguh, amanah, dan penuh semangat pengabdian kepada persyarikatan.
"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Muhammadiyah kehilangan kader tangguh yang selama ini mengabdikan diri sepenuh hati untuk persyarikatan," ujar Haedar dalam keterangannya, Kamis (12/2).
Haedar mengenang almarhum sebagai sosok yang tidak pernah menolak tugas, sekalipun berat. Setiap amanah diterima dengan lapang dada dan dijalani dengan kesungguhan.
"Beliau adalah kader tangguh. Setiap tugas berat selalu diterima dengan baik dan penuh amanah. Tidak pernah mengeluh, tidak pernah mundur dari tanggung jawab," ungkapnya.
Salah satu penugasan yang tak terlupakan adalah ketika Muhammad Samsudin diminta menjadi rektor di Perguruan Tinggi Muhammadiyah Kuningan beberapa tahun silam. Saat itu, akses menuju daerah tersebut masih sangat terbatas, jauh sebelum jalan tol hadir memudahkan perjalanan.
"Ketika itu belum ada jalan tol, akses perjalanan tidak mudah. Tetapi semua dijalani dengan sabar dan gigih. Itulah karakter kader Muhammadiyah sejati," jelas Haedar.
Di balik ketangguhannya, almarhum dikenal sebagai pribadi yang hangat dan menggembirakan. Sifat penggembira ini, menurut Haedar, menjadi energi positif yang selalu dirindukan di sekitarnya.
"Beliau sosok yang gembira, berjiwa penggembira. Kehadirannya membuat orang merasa nyaman dan senang. Dalam berorganisasi, suasana kebersamaan seperti itu sangat penting," tuturnya.
Haedar menegaskan bahwa keteladanan almarhum adalah pelajaran berharga bagi kader-kader Muhammadiyah tentang loyalitas, kesabaran, dan kesediaan mengemban amanah di mana pun ditempatkan.
"Kita kehilangan fisiknya, tetapi semangat pengabdiannya harus terus hidup dalam gerak Muhammadiyah," tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Haedar mendoakan agar almarhum husnul khatimah dan segala amal pengabdiannya diterima di sisi Allah SWT.
"Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah dan pengabdiannya, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan kekuatan," pungkasnya.