Irwan Akib Dorong Sinergi untuk Wujudkan Sekolah Muhammadiyah Berkemajuan
TVMU.TV - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Irwan Akib menegaskan bahwa sinergi antarlembaga dalam Persyarikatan Muhammadiyah merupakan kunci utama dalam membangun ekosistem pendidikan yang unggul dan berkemajuan.
Pernyataan tersebut disampaikan Irwan dalam Rapat Koordinasi Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Muhammadiyah yang digelar di Makassar, Jumat (13/2).
Dalam arahannya, Irwan menekankan bahwa Sekolah Muhammadiyah harus memiliki fondasi kuat, baik dari sisi spiritualitas maupun kualitas akademik. Menurutnya, sekolah Muhammadiyah harus mampu mencetak generasi yang mantap dalam keimanan, unggul secara intelektual, anggun dalam akhlak, serta sigap dalam berkarya.
Ia menegaskan bahwa pendidikan Muhammadiyah diarahkan untuk membentuk manusia pembelajar yang bertakwa, berakhlak mulia, dan unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEKS), sebagai wujud gerakan tajdid dan dakwah amar ma’ruf nahi munkar.
Irwan menjelaskan, terciptanya ekosistem sekolah unggul tidak dapat dilepaskan dari sejumlah faktor penting, mulai dari kepemimpinan visioner, profesionalisme guru yang berintegritas, hingga penerapan kurikulum yang holistik, integratif, dan transformatif. Selain itu, tata kelola sekolah juga harus modern, akuntabel, serta ditopang kultur disiplin dan semangat berkemajuan.
Lebih lanjut, Irwan menekankan pentingnya kolaborasi struktural antara Pimpinan Pusat, Wilayah, Daerah, hingga sekolah. Ia mengibaratkan sinergi tersebut seperti struktur Kapal Pinisi, di mana Pusat berperan sebagai penentu arah, Wilayah sebagai akselerator, Daerah sebagai pengelola, dan sekolah sebagai pusat pelaksanaan program.
“Sinergi adalah kunci. Dengan kolaborasi yang kokoh, Sekolah Muhammadiyah akan tampil unggul, berkemajuan, dan melahirkan kader Persyarikatan sekaligus kader bangsa,” tegasnya.
Irwan menambahkan bahwa semangat sinergi tersebut dapat diperkuat dengan nilai-nilai kearifan lokal Bugis, seperti Sipakatau (memanusiakan), Sipakalebbi (menghargai), Sipakainge (mengingatkan), serta Tudang Sipulung (musyawarah). Menurutnya, sinergi bukan hanya persoalan administratif, melainkan perpaduan etos kerja keras yang disertai dengan nilai spiritual.
“Sinergi bukan sekadar administrasi, tetapi perpaduan etos kerja keras dan rida Ilahi,” ujarnya.
Selain itu, Irwan juga menggarisbawahi prinsip Mali Siparappedan Ta’awun, yakni semangat saling membantu antarsekolah Muhammadiyah. Ia menilai sekolah yang sudah maju harus menjadi penguat bagi sekolah yang masih berkembang, termasuk dalam hal distribusi guru berprestasi maupun dukungan sumber daya, sehingga kualitas pendidikan Muhammadiyah dapat merata di berbagai daerah.
Dengan penguatan sinergi dan semangat ta’awun, Irwan optimistis Sekolah Muhammadiyah akan semakin kokoh sebagai pilar pendidikan Islam berkemajuan dan mampu menjawab tantangan zaman secara berkelanjutan.