Izzul Muslimin Tinjau Mesin Desalinasi Air Laut Warga Kampung Akuarium

Izzul Muslimin Tinjau Mesin Desalinasi Air Laut Warga Kampung Akuarium
Sekretaris PP Muhammadiyah, M. Izzul Muslimin, meninjau langsung kesiapan operasional bantuan mesin pengolahan air laut menjadi air tawar (desalination system) di Rusun Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (19/10). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, M. Izzul Muslimin, meninjau langsung kesiapan operasional bantuan mesin pengolahan air laut menjadi air tawar (desalination system) di Rusun Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Senin, 19 Oktober 2026.

Peninjauan tersebut bertujuan mengevaluasi dan memastikan tingkat keamanan serta kualitas air sebelum fasilitas bantuan teknologi dari Taiwan, JASON'S Solar Water Desalination System, resmi diserahterimakan dan dioperasikan penuh untuk memenuhi kebutuhan air minum warga setempat.

Izzul Muslimin menegaskan bahwa Muhammadiyah berkomitmen menjaga mutu kebersihan air secara komprehensif, mengingat karakteristik air laut di pesisir utara Jakarta memiliki tingkat pencemaran yang tinggi. Oleh karena itu, pengoperasian dan peresmian fasilitas baru akan dilangsungkan setelah tahap penyempurnaan rampung.

“Kita tidak ingin meresmikan yang belum operasional,” ujar Izzul Muslimin di Kampung Akuarium, Jakarta Utara.

Proses penyempurnaan fasilitas penunjang dan tata kelola program ini turut melibatkan Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta guna mendampingi warga pasca-pengoperasian.

Dalam peninjauan lapangan tersebut, turut hadir perwakilan PWM DKI Jakarta Halim, Ketua RT 12 Kampung Akuarium Topas Juanda, operator mesin Helmy, tim mekanik, serta perwakilan Lazismu.

Sementara itu, Ketua RT 12 Kampung Akuarium, Topas Juanda, mengutarakan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian Muhammadiyah dan Lazismu. Menurutnya, sejak pemasangan mesin dua pekan lalu, air hasil olahan tampak jauh lebih jernih dan kadar garamnya berkurang signifikan.

Topas berharap pengolahan air ini dapat menekan biaya operasional lingkungan, seperti pemenuhan kebutuhan air musala hingga penyiraman tanaman, yang selama ini ditopang melalui kas koperasi warga.

“Kalau bisa, airnya digunakan untuk menyiram tanaman dan kegiatan musala,” ungkap Topas Juanda.

Tahapan program selanjutnya meliputi evaluasi teknis, perbaikan kualitatif air sesuai standar kesehatan, penyerahan unit, hingga penetapan jadwal peluncuran resmi.