Jelang Muktamar ke-49, PP ‘Aisyiyah Perkuat Konsolidasi Kepemimpinan dan Dakwah Organisasi

Jelang Muktamar ke-49, PP ‘Aisyiyah Perkuat Konsolidasi Kepemimpinan dan Dakwah Organisasi
Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah/ Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah menggelar Silaturahim dan Konsolidasi Nasional bersama Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah secara daring pada Ahad (1/3). Forum ini menyoroti penguatan kepemimpinan serta refleksi gerakan organisasi sebagai bagian dari persiapan menuju Muktamar ‘Aisyiyah ke-49.

Kegiatan tersebut diikuti pimpinan wilayah dari Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, dan Lampung. Konsolidasi ini menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan program organisasi sekaligus memperkuat arah gerakan menjelang akhir periode kepemimpinan 2022–2027.

Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah menyampaikan bahwa bulan Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk melakukan refleksi, baik secara personal maupun organisasi.

“Tidak terasa kita sudah hampir setengah bulan menjalani ibadah Ramadan. Bulan ini menjadi waktu yang tepat untuk refleksi diri, termasuk refleksi organisasi—apa yang sudah kita berikan untuk ‘Aisyiyah dan bagaimana kita menggerakkan ‘Aisyiyah agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurut Salmah, keberadaan ‘Aisyiyah tidak cukup hanya dikenal sebagai organisasi besar, tetapi harus diwujudkan melalui program-program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ia menekankan bahwa organisasi perlu memetakan kembali program prioritas menjelang Muktamar ke-49, mengingat periode kepemimpinan saat ini telah memasuki tahun keempat.

“Kita perlu melihat kembali program-program yang sudah kita susun, mana yang sudah berjalan dengan baik dan mana yang perlu diakselerasi untuk menyongsong muktamar berikutnya,” kata Salmah.

Dalam forum tersebut, penguatan kepemimpinan dan dakwah ‘Aisyiyah menjadi fokus utama. Salmah menegaskan pentingnya kepemimpinan yang mampu menggerakkan organisasi hingga tingkat akar rumput.

Menurutnya, dakwah ‘Aisyiyah merupakan dakwah peradaban yang bertujuan membangun masyarakat Islam yang maju, berkeadaban, taat kepada Allah, serta terbebas dari berbagai bentuk ketertinggalan.

“Dakwah ‘Aisyiyah harus menyasar akar rumput agar benar-benar berdampak. Karakter dakwah ‘Aisyiyah adalah dakwah yang membebaskan, mencerahkan, dan memajukan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa gerakan ‘Aisyiyah selama ini berfokus pada pemberdayaan perempuan dan anak, serta mendorong masyarakat keluar dari kemiskinan, kebodohan, dan ketertinggalan melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan.

Selain itu, Salmah juga menyoroti pentingnya kemandirian organisasi agar gerakan dakwah dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Kita harus mengutamakan kemandirian dan gotong royong sehingga gerakan dakwah yang dilakukan ‘Aisyiyah dapat terus berjalan secara berkelanjutan,” katanya.

Ia juga mengingatkan para pimpinan untuk beradaptasi dengan perubahan zaman, termasuk melalui transformasi kepemimpinan di era digital. Pemanfaatan teknologi dinilai dapat memperkuat koordinasi organisasi yang memiliki jaringan luas di berbagai daerah.

“Transformasi bukan lagi pilihan, tetapi sebuah keharusan agar organisasi tetap kompetitif, tangguh, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Transformasi tersebut, lanjut Salmah, tidak hanya mencakup kepemimpinan, tetapi juga kaderisasi, tata kelola organisasi, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.

Melalui konsolidasi nasional ini, PP ‘Aisyiyah berharap soliditas organisasi semakin kuat sehingga ‘Aisyiyah terus berperan sebagai gerakan perempuan yang berkontribusi dalam membangun masyarakat berkemajuan.

“Semoga konsolidasi ini membawa manfaat bagi kita semua dan mengantarkan ‘Aisyiyah menjadi organisasi yang selalu ditunggu kehadirannya oleh masyarakat serta mampu membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang ada,” pungkasnya.