KDM Ajak ‘Aisyiyah Perkuat Pendampingan Anak Rentan dan Percepat Penanganan Masalah Sosial di Jawa Barat

KDM Ajak ‘Aisyiyah Perkuat Pendampingan Anak Rentan dan Percepat Penanganan Masalah Sosial di Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat menghadiri Milad ke-109 ‘Aisyiyah yang digelar di Kabupaten Garut, Senin (22/6/2026). Foto: muhammadiyah.or.id.

TVMU.TV - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengajak organisasi perempuan Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, untuk memperkuat peran sosial dalam mendampingi anak-anak rentan, termasuk mereka yang kehilangan perhatian orang tua akibat perantauan maupun kondisi keluarga yang tidak utuh. Menurutnya, keterlibatan ‘Aisyiyah akan mempercepat penanganan berbagai persoalan sosial di Jawa Barat, mulai dari stunting, kenakalan remaja, hingga buta huruf.

Pernyataan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi saat menghadiri Milad ke-109 ‘Aisyiyah yang digelar di Kabupaten Garut, Senin (22/6/2026), mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian.”

Dalam sambutannya, gubernur yang akrab disapa KDM itu menilai visi dan gerakan sosial Muhammadiyah serta ‘Aisyiyah memiliki keselarasan dengan agenda pembangunan sosial yang tengah dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Menurutnya, kekuatan organisasi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah tidak hanya terletak pada dakwah keagamaan, tetapi juga pada kontribusi nyata dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.

“Khususnya kepada ‘Aisyiyah, saya berharap bisa menjadi orang tua bagi anak-anak yang kurang kasih sayang karena ditinggal orang tuanya merantau atau karena kondisi keluarga yang tidak utuh,” ujarnya.

KDM menilai peran sosial Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah perlu terus diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara lebih luas, tidak terbatas pada lingkungan internal persyarikatan.

Ia juga mengaku mengagumi kesederhanaan para tokoh Muhammadiyah yang dinilainya tetap membumi meski mengelola berbagai amal usaha berskala besar di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial.

Menyoroti persoalan keluarga yang dihadapi masyarakat Jawa Barat, khususnya di wilayah Garut, Dedi meminta ‘Aisyiyah memperkuat program pemberdayaan keluarga dan pendampingan anak-anak yang rentan kehilangan pengasuhan.

“Nanti ‘Aisyiyah itu turun samperin anak-anak yang nongkrong, peluk penuh cinta, ajakin ke majelis dan anterin pulang. Kalau orang tuanya tidak ada, biarkan ibu-ibu ‘Aisyiyah menjadi ibu angkat dari anak-anak yang broken home,” ungkapnya.

Menurut Dedi, pendekatan berbasis kasih sayang dan pendampingan keluarga menjadi salah satu solusi penting untuk mencegah berbagai persoalan sosial yang muncul di kalangan remaja.

Selain itu, ia juga menyinggung berbagai tantangan sosial lain yang dihadapi generasi muda saat ini. Karena itu, ia menekankan pentingnya pendekatan kemanusiaan dan edukasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di masyarakat.

“Ini yang harus kita dakwahi, caranya selesaikan problemnya. Dia kekurangan kasih sayang. Semuanya harus kita lakukan. Ini tantangan terberat kita saat ini,” kata KDM.

Milad ke-109 ‘Aisyiyah menjadi momentum konsolidasi gerakan dakwah dan kemanusiaan organisasi perempuan Muhammadiyah tersebut. Melalui tema yang diusung tahun ini, ‘Aisyiyah menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam membangun ketahanan keluarga, meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat layanan sosial, serta mendorong terciptanya masyarakat yang damai dan berkeadaban.

Kehadiran Gubernur Jawa Barat dalam kegiatan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang masih dihadapi masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan anak, pemberdayaan keluarga, dan pembangunan sumber daya manusia.