Kemendikdasmen Jadikan Iduladha Momentum Penguatan Pendidikan Berkarakter

Kemendikdasmen Jadikan Iduladha Momentum Penguatan Pendidikan Berkarakter
Salat Iduladha di halaman kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa (27/5/2026). Foto: tvMu.

TVMU.TV - Perayaan Iduladha 1447 Hijriah di lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjadi momentum refleksi penting tentang arah pendidikan nasional yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, empati, dan nilai kemanusiaan.

Pesan tersebut disampaikan Staf Ahli Menteri Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga Kemendikdasmen, Biyanto, saat menyampaikan khutbah Iduladha di halaman kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa (27/5/2026).

Dalam khutbahnya, Biyanto menegaskan bahwa ibadah haji dan kurban mengandung pesan mendalam tentang kesetaraan manusia, solidaritas sosial, dan penghormatan terhadap martabat sesama.

“Tidak ada manusia yang lebih mulia karena jabatan, kekayaan, warna kulit, ataupun asal-usulnya. Kemuliaan manusia hanya ditentukan oleh ketakwaan dan akhlaknya. Nilai inilah yang harus menjadi fondasi pendidikan,” ujarnya.

Menurut Biyanto, seluruh rangkaian ibadah haji mengajarkan persamaan derajat manusia. Jutaan umat Islam dari berbagai negara hadir dengan pakaian ihram yang sama tanpa membedakan status sosial maupun latar belakang kehidupan.

Ia menilai nilai tersebut relevan dengan transformasi pendidikan nasional yang saat ini menempatkan penguatan karakter dan budaya belajar sebagai bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

“Pendidikan tidak boleh kehilangan dimensi kemanusiaannya. Sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu, tetapi juga ruang untuk membangun akhlak, kepedulian sosial, dan karakter kebangsaan,” katanya.

Biyanto menegaskan lingkungan pendidikan harus menjadi ruang yang aman, adil, dan setara bagi seluruh peserta didik tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, budaya, maupun kondisi fisik. Menurutnya, setiap murid memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan bermutu dan kesempatan berkembang secara optimal.

Selain menyinggung makna kesetaraan dalam ibadah haji, Biyanto juga mengangkat keteladanan Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar, dan Nabi Ismail AS sebagai simbol keberanian moral, pengorbanan, keikhlasan, serta kepatuhan terhadap nilai-nilai luhur.

“Ibadah kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi menghadirkan kepekaan sosial dan keberpihakan kepada sesama manusia,” tuturnya di hadapan ratusan jamaah.

Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen, Mariman Darto, menilai semangat Iduladha juga penting untuk memperkuat kepedulian sosial, khususnya bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Menurutnya, pemerataan kepedulian sosial menjadi bagian penting dalam mewujudkan pendidikan yang berkeadilan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Semangat Iduladha mengajarkan bahwa kebermanfaatan harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk saudara-saudara kita di daerah 3T. Nilai berbagi dan gotong royong ini sejalan dengan program Asta Cita Presiden dalam memperkuat pembangunan manusia dan pemerataan kesejahteraan,” ujar Mariman.

Ia menambahkan, pendidikan memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai empati dan solidaritas sosial kepada generasi muda sehingga sekolah tidak hanya melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial di sekitarnya.