Kemendikdasmen Mulai Revitalisasi 809 Sekolah di NTT, TK Kristen Kota Kupang Jadi Titik Awal
TVMU.TV - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memulai Program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan peletakan batu pertama di TK Kristen Kota Kupang, Senin (4/5/2026).
Program ini menjadi bagian dari penguatan akses dan mutu pendidikan, terutama di wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T).
Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti bersama Anggota Komisi X DPR RI Anita Jacoba Gah, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, dan Wali Kota Kupang Christian Widodo.
“Peletakan batu pertama ini menjadi penanda dimulainya revitalisasi 2026 di NTT. Provinsi ini termasuk ke dalam prioritas revitalisasi karena di dalamnya terdapat sejumlah sekolah di daerah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T) dan juga dalam rangka memenuhi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk Wajib Belajar 13 Tahun,” ungkap Abdul Mu’ti di Kota Kupang.
Menurut Abdul Mu’ti, pembangunan revitalisasi di TK Kristen Kota Kupang ditargetkan rampung dalam waktu empat bulan. Dengan demikian, pada Agustus 2026 para guru dan murid diharapkan sudah dapat menggunakan fasilitas gedung baru.
“Semoga dengan pembangunan ini kegiatan belajar mengajar dan kualitas pendidikan di NTT menjadi lebih baik lagi. Kalau kualitas pendidikannya meningkat, juga akan berdampak ke peningkatan sumber daya manusia (SDM) di NTT,” tutur Abdul Mu’ti.
Secara keseluruhan, Provinsi NTT memperoleh alokasi revitalisasi untuk 809 satuan pendidikan pada 2026 dengan total anggaran lebih dari Rp630 miliar. Hingga April 2026, sebanyak 9 satuan pendidikan telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS), sementara 800 sekolah lainnya masih dalam proses administrasi.
Khusus di TK Kristen Kota Kupang, bantuan revitalisasi mencapai lebih dari Rp860 juta. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan dua ruang kelas, satu ruang administrasi, toilet, serta penyediaan alat peraga edukatif.
Kepala TK Kristen Kota Kupang, Nortje Rosaline Padaleti, menyampaikan rasa syukur atas bantuan tersebut. Ia mengatakan sekolah yang berdiri sejak 1958 itu selama ini bertahan dengan dukungan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) dan jemaat setempat.
“Seluruh warga sekolah kami sangat bahagia. Selain datangnya Menteri Mu’ti ke sini, kami bersyukur sekolah kami menjadi penanda dimulainya revitalisasi 2026 di NTT. Doa kami semoga gedung baru nanti menjadi semangat baru dan membuat murid kami semakin senang untuk bersekolah,” ujar Nortje.
Ia mengungkapkan, selama ini kegiatan belajar mengajar bahkan memanfaatkan salah satu ruang yang biasa digunakan sebagai ruang istirahat penjaga gereja. Dalam upaya mengenalkan sekolah kepada masyarakat, pihaknya juga kerap menyampaikan informasi kegiatan sekolah melalui liturgi gereja.
Kehadiran Mendikdasmen di sekolah tersebut disambut antusias para murid. Suasana belajar berlangsung meriah ketika anak-anak menyanyikan lagu Rukun Sama Teman sambil bertepuk tangan.
Salah seorang orang tua murid, Hamida Arifin, menilai TK Kristen Kota Kupang memiliki kualitas pendidikan yang baik. Ia menyebut perkembangan anaknya terlihat nyata sejak bersekolah di sana.
“Sebagai orang tua saya sangat mendukung program Wajib Belajar 13 Tahun karena terbukti anak saya sudah memiliki banyak pertumbuhan selama bersekolah. Anak saya senang ke sekolah, bermain bersama teman-temannya, dan di sini juga sudah mendapatkan Makan Bergizi Gratis (MBG),” kata Hamida.
Orang tua murid lainnya, Ryan Rudolf Lewo, menilai program revitalisasi tersebut tepat sasaran. Menurutnya, pembaruan fasilitas sekolah akan menjadi dorongan baru bagi peningkatan mutu pendidikan anak usia dini di Kota Kupang.
“Anak saya ini sudah hampir satu tahun sekolah di sini. Saya melihat perjuangan guru dan kepala sekolah untuk bisa meningkatkan mutu di tengah segala keterbatasan. Semoga revitalisasi ini berjalan lancar dan anak-anak segera bisa menikmati fasilitas baru,” ujarnya.
Program revitalisasi ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah memperkuat layanan pendidikan dasar sejak usia dini. Melalui perbaikan sarana dan prasarana sekolah, pemerintah berharap kualitas pembelajaran di NTT meningkat sekaligus mendukung pelaksanaan program Wajib Belajar 13 Tahun.