Kemendikdasmen Resmikan Revitalisasi 29 Sekolah di Aceh, Prioritaskan Pemulihan Pascabencana

Kemendikdasmen Resmikan Revitalisasi 29 Sekolah di Aceh, Prioritaskan Pemulihan Pascabencana
Mendikdasmen, Abdul Mu’ti meresmikan 29 satuan pendidikan hasil program revitalisasi tahun 2025 di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Peresmian dipusatkan di SMA Negeri 1 Meureudeu, Senin (9/3). Foto: Istimewa.

TVMU.TV - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meresmikan 29 satuan pendidikan hasil program revitalisasi tahun 2025 di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Peresmian dipusatkan di SMA Negeri 1 Meureudeu, Senin (9/3), sebagai bagian dari upaya memperkuat pemulihan layanan pendidikan pascabencana di daerah tersebut.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Aceh dan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya yang menilai program revitalisasi menjadi langkah strategis dalam memastikan proses belajar mengajar kembali berjalan optimal.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, Murthalamuddin menyampaikan bahwa komitmen pemerintah pusat, khususnya Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, berperan besar dalam percepatan pemulihan sektor pendidikan di Aceh.

“Pendidikan adalah sektor yang paling pesat pemajuannya pascabencana di Aceh. Ini tidak lepas dari kerja keras Menteri Mu’ti dan jajaran melalui program-program prioritas Kemendikdasmen,” ungkap Murthalamuddin.

Ia menilai keberhasilan program revitalisasi tersebut dapat menjadi pemicu semangat bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk terus bangkit setelah bencana yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, termasuk banjir yang berdampak pada fasilitas pendidikan.

“Semoga semangat untuk terus bangkit dan memulihkan layanan pendidikan di Kabupaten Pidie Jaya dapat menginspirasi daerah lainnya untuk juga semangat dan terus melangkah, menatap masa depan pendidikan yang lebih maju untuk warga Aceh,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi menjelaskan bahwa program revitalisasi sekolah di daerahnya dilaksanakan secara bertahap sepanjang 2025 dan berjalan dengan baik.

Menurutnya, revitalisasi tersebut menjangkau 29 satuan pendidikan, terdiri dari 3 taman kanak-kanak, 16 sekolah dasar, 4 sekolah menengah pertama, 4 sekolah menengah atas, dan 2 sekolah menengah kejuruan.

“Program revitalisasi menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan proses pembelajaran berlangsung dengan aman dan nyaman di tengah situasi pascabencana. Kami berharap program ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan daerah kami menjadi lebih layak dan memberikan kesempatan belajar yang jauh lebih baik untuk semua warga sekolah daerah kami,” kata Sibral.

Ia juga berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat agar pembangunan sektor pendidikan di Pidie Jaya dapat berjalan berkelanjutan.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dan Dinas Pendidikan Provinsi Aceh atas kerja sama yang dinilai efektif dalam memulihkan sarana pendidikan pascabencana.

Menurutnya, pembangunan sarana dan prasarana pendidikan menjadi fondasi penting dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Kita harus bangkit tegak berdiri menghadapi berbagai masalah yang sedang kita hadapi. Musibah adalah cara Allah meningkatkan harkat dan martabat kita, untuk itu penting bagi kita semua menanamkan pola fikir bahwa bersama dengan kesulitan pasti ada kemudahan,” tutur Abdul Mu’ti.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus melanjutkan program revitalisasi sekolah pada 2026 sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Kami akan memprioritaskan revitalisasi untuk sekolah yang terdampak bencana, sekolah dengan kondisi bangunan rusak berat, serta sekolah yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T),” ujarnya.

Adapun 29 sekolah yang direvitalisasi pada 2025 di Kabupaten Pidie Jaya meliputi berbagai jenjang pendidikan, di antaranya TK Negeri Tgk Chik Diuteun Bayu, TK Tgk Dibatee Puteh, TK Negeri Malahayati, sejumlah SD negeri di Bandar Baru, Trienggadeng, Meureudu, dan Ulim, serta beberapa SMP, SMA, dan SMK di wilayah tersebut.

Program revitalisasi ini diharapkan dapat memperkuat kualitas layanan pendidikan di Aceh, sekaligus memastikan siswa dapat belajar dengan fasilitas yang lebih aman dan layak setelah bencana yang sempat mengganggu aktivitas pendidikan di daerah tersebut.